TUBAN – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alam Al-Azhar Sumberrejo menggelar kegiatan SABITA Camp bertajuk “Sambut Ramadan Penuh Cinta” di Pantai Panduri, Tuban, pada 14-15 Februari 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan Berkesan (Berkah dalam Kebersamaan)” ini diikuti siswa kelas 4 hingga 6.
Sejak pagi hari, suasana madrasah tampak ramai. Para peserta berkumpul membawa perlengkapan kemah sebelum diberangkatkan menuju lokasi kegiatan. Rombongan berangkat dari MI Alam Al-Azhar Sumberrejo pada pukul 07.30 WIB dengan penuh semangat.
Setibanya di Pantai Panduri, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MI Alam Al-Azhar Sumberrejo, Rohmatul Mawadah. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa SABITA Camp menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus persiapan spiritual siswa menjelang Ramadan.
“Kegiatan SABITA Camp ini menjadi ikhtiar madrasah untuk menghadirkan pengalaman menyambut Ramadan yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter siswa secara langsung,” ujar Rohmatul Mawadah.
Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan kontrak belajar serta dinamika kelompok. Para siswa kemudian dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk membangun kerja sama serta melatih kedisiplinan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Memasuki sesi berikutnya, peserta mulai mendirikan tenda di area yang telah ditentukan. Aktivitas ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik, karena siswa dilatih untuk mandiri, saling membantu, dan bertanggung jawab atas perlengkapan masing-masing.
Tidak hanya itu, keseruan semakin terasa saat peserta mengikuti tadabbur alam. Para siswa menikmati suasana pantai, bermain air, sekaligus belajar mengenal alam sebagai bagian dari kebesaran ciptaan Tuhan. Tadabbur alam dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada sore hari dan saat sesi outbound.
Menurut Rohmatul Mawadah, kegiatan berbasis kebersamaan di alam terbuka ini diharapkan dapat menumbuhkan nilai positif bagi para peserta.
“Kegiatan ini kami kemas dalam suasana kebersamaan agar anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan saling membantu. Harapannya mereka lebih siap secara mental dan spiritual menyambut Ramadan,” jelasnya.
Pada malam hari, peserta mendapatkan pembekalan materi bertajuk “Persiapan Menyambut Ramadan” yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Ahsin. Materi tersebut menekankan pentingnya kesiapan ibadah, menjaga niat, serta memperbaiki akhlak dalam menyambut bulan suci.
Suasana semakin khidmat ketika kegiatan dilanjutkan dengan sesi muhasabah bersama Ustadz Fatkhur. Dalam sesi ini, para siswa diajak merenungi diri, memperkuat niat ibadah, serta menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian.
Rangkaian kegiatan religius juga diisi dengan program tilawah 30 juz yang dilakukan sebanyak dua kali. Para siswa mengikuti kegiatan tilawah dengan tertib, menjadi bagian dari pembiasaan cinta Al-Qur’an sejak usia dini.
Memasuki pagi hari, suasana pantai kembali ramai. Para peserta memulai aktivitas dengan senam pagi untuk menjaga kebugaran. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan outbound yang berisi enam permainan, baik di darat maupun di air.
Outbound menjadi momen paling dinanti karena tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kekompakan dan keberanian. Siswa tampak antusias mengikuti setiap permainan yang disiapkan trainer, dengan tetap menjaga sportivitas serta kerja sama tim.
Kepala MI Alam Al-Azhar Sumberrejo, Rohmatul Mawadah, berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik dalam menyambut Ramadan.
“Kami ingin SABITA Camp ini menjadi momen berkesan bagi anak-anak untuk semakin mencintai ibadah, memperkuat kebiasaan membaca Al-Qur’an, serta membangun rasa syukur dan kepedulian sosial yang nantinya bisa mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari selama Ramadan,” tandasnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara ditutup dengan sesi penutupan dan evaluasi. Rombongan kemudian bersiap kembali ke madrasah pada pukul 12.30 WIB.
Melalui SABITA Camp, MI Alam Al-Azhar Sumberrejo berupaya menanamkan nilai religius sekaligus membangun karakter kebersamaan siswa sejak dini. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah madrasah dalam menghadirkan Ramadan yang lebih bermakna bagi para peserta didik.
