MAGETAN – Kelas XI merupakan “waktu emas” bagi para santri untuk menentukan arah masa depan. Menyadari hal tersebut, MAIT Baitul Quran Al Jahra Magetan memfasilitasi santri melalui agenda Studi Kampus ke dua instansi pendidikan ternama di Indonesia: Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menempa Kedisiplinan di Langit Biru (AAU)
Di Akademi Angkatan Udara, para santri tidak hanya sekadar berkunjung, namun mendalami kurikulum serta sistem pengajaran semi-militer yang presisi. Mereka mendapatkan bocoran tips seleksi Taruna yang dikenal sangat kompetitif. Lebih dari sekadar teori, kunjungan ini membuka cakrawala santri mengenai esensi kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengabdian tanpa batas terhadap negara.
Membidik Peluang di Kampus Kerakyatan (UGM)
Destinasi selanjutnya adalah Universitas Gadjah Mada, kampus peringkat ke-2 di Indonesia versi QS World University Rankings. Di sini, santri dibekali informasi mengenai berbagai jalur masuk prestisius, mulai dari International Undergraduate Program (IUP) hingga jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB).
Antusiasme santri semakin memuncak saat berkesempatan melakukan campus tour ke Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Melihat langsung lingkungan belajar yang representatif dan dinamis membuat tekad para santri untuk berkuliah di sana semakin bulat.
Usai menyerap ilmu di bangku akademisi, perjalanan berlanjut dengan menantang adrenalin melalui Jeep Lava Tour Merapi. Di atas kendaraan terbuka, para santri menyisir sisa-sisa kegagahan erupsi tahun 2006 dan 2010. Momen ini menjadi ruang kontemplasi bagi santri untuk merenungi kebesaran Allah SWT melalui peristiwa alam yang dahsyat, sekaligus belajar tentang ketangguhan warga Yogyakarta dalam bangkit dari ujian.
Sebagai penutup yang manis, para santri dimanjakan dengan suasana syahdu Malioboro. Di pusat “Kota Kenangan” ini, mereka menikmati denyut nadi budaya dan keramahan khas Jogja, membawa pulang bukan sekadar oleh-oleh, tapi tekad yang lebih bulat untuk kembali lagi ke kota ini sebagai mahasiswa.
Kunjungan ini menjadi bukti komitmen pondok dalam mengawal mimpi santri. Dengan wawasan yang kini berada di genggaman, gerbang AAU dan UGM bukan lagi sekadar angan, melainkan target nyata yang siap ditaklukkan. Santri Al Jahra, saatnya terbang tinggi dan menebar manfaat!
Penulis : Bihrom Valliant Ervianto (Santri MAIT Baitul Quran Al Jahra Magetan)
