TRENGGALEK – Minggu, 25 Januari 2026 bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek menjadi saksi pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) III Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Trenggalek. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Bapak Drs Agoes Setiyono, yang mewakili Bupati Trenggalek.
Selain itu, hadir pula Pengurus JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, yaitu Alief Nuryadi, S.S, M.Pd, M.M, dan Afdzal Farid Al Fahmi, S. Kom, S.PdGr. Juga hadir Mualip, S.Ag, M.PdI, perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek; Priyo Suroso, S.Pd., MPd., Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Trenggalek; Drs. Munib, S.Pd., M.Pd., Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Trenggalek; Sudirman, S.Pd, M.M, Ketua Majelis Dikdasmen Muhamadiyah Trenggalek; dan Dr. Mohib Asrori, S.Pd.I, M.S.I, Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Trenggalek.
Dalam sambutannya, Bapak Agoes Setiyono menyampaikan harapannya agar sekolah-sekolah anggota JSIT dapat berinovasi dan berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan untuk memajukan pendidikan di Trenggalek. “Semoga sekolah-sekolah anggota JSIT bisa berinovasi dan berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan untuk memajukan pendidikan di Trenggalek,” ujarnya.
Sementara itu, Alief Nuryadi menegaskan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kekuatan solidaritas dan komunikasi antaranggota.
โKunci keberhasilan organisasi adalah solidaritas, kolaborasi, dan komunikasi. Fase kepemimpinan baru ini harus menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak โgenerasi baikโ yang mudah membawa kebaikan bagi lingkungan dan pendidikan,โ ungkapnya.

Ketua JSIT Trenggalek terpilih Mustika Damayanti, S.Pd juga menyampaikan sambutannya, dengan mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya.
“Dengan mengucapkan la Haula wala quwwata Illa Billah, menerima amanah, yang disampaikan oleh beliau, mohon support dari panjenengan semua, kita bisa karena kita bersama, tidak ada yang unggul, berharap kita maju bersama dan kita unggul bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Trenggalek akan bisa maju jika semua pihak bekerja sama.
“Kita adalah jantungnya peradaban Trenggalek, di tangan bapak ibu semuanya Trenggalek akan bisa maju, misi beliau tidak hanya unggul secara akademik tapi juga kokoh secara spiritual, mari kita jadikan Trenggalek rumah sekolah inklusif, kita bisa karena kita bersama,” katanya.
Acara MUSDA III JSIT Trenggalek ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara sekolah-sekolah anggota JSIT dan Dinas Pendidikan untuk memajukan pendidikan di Trenggalek. Dengan semangat “Berteman Hati”, diharapkan Trenggalek dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Penulis: Nisa Ainur Arfi
