Kesuksesan sekolah dalam menjalankan program hafalan Al-Qur’an sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru-gurunya. Para pendidik yang memiliki semangat tinggi dalam menghafal, apalagi dengan hafalan yang banyak dan terjaga, akan lebih mampu membina siswanya dalam menghafal Al-Qur’an.
Sebaliknya, guru yang memiliki semangat rendah dalam menambah atau menjaga hafalannya akan sulit mengantarkan muridnya untuk bisa menghafal dengan baik. Oleh karena itu, harus ada keseriusan dari pengelola lembaga pendidikan untuk menguatkan hafalan para guru sebagai prasyarat menyukseskan program tahfidz bagi siswa.
Kunci kesuksesan dalam mendidik anak terletak pada keteladanan guru, selain juga peran orang tua.
Sekolah Islam Terpadu Al Uswah memiliki perhatian khusus terhadap penguatan dan penjagaan hafalan Al-Qur’an para pendidiknya. Secara rutin, lembaga pendidikan ini menyelenggarakan uji sertifikasi hafalan bagi seluruh guru sebanyak tiga kali dalam setahun.
Salah satunya dilaksanakan setiap bulan Januari. Pada Januari 2026, Al Uswah Surabaya mengadakan sertifikasi khusus untuk guru-guru yang memiliki hafalan 5 hingga 30 juz. Alhamdulillah, pada tanggal 9–10 Januari 2026, sebanyak 41 guru Al Uswah dinyatakan lulus tes hafalan tersebut.
Para guru diuji langsung oleh Ustadz Baidun Makenun, Lc., Al Hafidz, yang memiliki sanad hafalan dari Syiria. Kriteria penilaian meliputi tiga aspek, yaitu kelancaran, tajwid, dan fashohah. Guru dinyatakan lulus apabila memperoleh nilai di atas 80.
Adapun ringkasan hasil tes hafalan sebagai berikut:
Kategori hafalan 5–9 juz sebanyak 14 orang,
10–14 juz sebanyak 10 orang,
15–19 juz sebanyak 11 orang,
20–29 juz sebanyak 3 orang,
dan 30 juz sebanyak 3 orang.
Total peserta yang lulus berjumlah 41 orang.
Kompetensi hafalan Al-Qur’an guru-guru Al Uswah dari tahun ke tahun terus menunjukkan progres yang positif. Hal ini sejalan dengan sistem pembinaan yang secara rutin difasilitasi oleh yayasan dan terlaksana dengan baik di seluruh unit Al Uswah, yaitu SDIT, SD 2, SMPIT, dan SMAIT Al Uswah.
Pihak sekolah tidak menginginkan para guru Al Uswah menghadapi persoalan hafalan yang banyak hilang. Beberapa kali dijumpai calon guru yang menyatakan pernah memiliki hafalan 30 juz, namun ketika diuji, hafalan yang benar-benar lancar kurang dari 5 juz.
Kompetensi hafalan guru Al Uswah ini menjadi modal berharga dalam mendukung program unggulan sekolah, yaitu pembelajaran tahsin dan tahfidz Al-Qur’an.
Sejak awal pendiriannya hingga saat ini, program unggulan Al Uswah Surabaya adalah program hafalan Al-Qur’an. Hal tersebut diperkuat dengan data hasil kajian tim Penjaminan Mutu Al Uswah. Analisis data menunjukkan bahwa harapan dan tingkat kepuasan terhadap program tahfidz Al-Qur’an menempati peringkat tertinggi.

Program ini semakin diperkuat dengan penerapan metode belajar baca Al-Qur’an “Adz Dzikro” yang disusun oleh tim Al Uswah dan telah diterapkan sejak awal tahun ajaran 2025–2026. Selain itu, kepuasan terhadap pembiasaan ibadah harian, budaya literasi, serta penguatan karakter siswa juga menunjukkan angka yang tinggi.
Semoga Al Uswah Surabaya dapat istiqamah dalam menjaga mutu layanan pendidikannya, sehingga mampu mengantarkan anak-anak menjadi pemimpin teladan bangsa di masa depan.
Penulis: Moch. Edris Effendi, S.T., M.PSDM (Direktur Pendidikan Al Uswah Surabaya)
