
SURABAYA – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Surabaya sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 pada Sabtu (10/01/2026). Bertempat di Hall Siola Surabaya, gelaran ini menjadi momentum krusial bagi penguatan sinergi sekolah Islam terpadu di Kota Pahlawan.
Rangkaian acara yang dimulai sejak pagi hari ini berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh-tokoh penting pendidikan kota. Musda ke-3 ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang baru, IbuFebrina Kusumawati, S.Si., M.M. serta Staf Ahli Walikota Surabaya, Ibu Maria Theresia Rka Wati Rahayu, S.H, M.H yang hadir mewakili Pemerintah Kota Surabaya.
Sinergi Pemerintah dan Sekolah Islam Terpadu
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi JSIT dalam mencetak generasi unggul. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara dinas dan institusi pendidikan berbasis Islam sangat penting untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Surabaya.
Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Walikota Surabaya yang memberikan sambutan mewakili Walikota, menyampaikan pesan penting mengenai peran strategis JSIT.
“Pemerintah Kota Surabaya berharap JSIT terus menjadi mitra strategis dalam memberikan pendidikan karakter yang kuat bagi anak-anak Surabaya, agar mereka tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki akhlakul karimah,” pesannya.
Dinamika Sidang dan Penguatan Visi
Setelah sesi pembukaan dan rehat kopi sejenak, peserta langsung memasuki ruang sidang untuk mengikuti Sidang Pleno I dan II pada pukul 10.00 WIB. Agenda kemudian dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang membahas detail program kerja teknis, sebelum akhirnya jeda Ishoma.
Memasuki sesi siang, suasana semakin hangat dengan hadirnya Ustadz Mizan, S.Sos. yang memberikan sesi penguatan dan motivasi khusus bagi para Kepala Sekolah. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya peran pemimpin sekolah dalam menjaga marwah pendidikan Islam di era digital.
Nakhoda Baru JSIT Surabaya

Puncak acara terjadi pada pukul 14.15 WIB, di mana dilakukan penetapan serta pelantikan pengurus terpilih JSIT Indonesia Daerah Surabaya periode 2026-2030. Berdasarkan hasil musyawarah, berikut adalah struktur teras kepengurusan yang akan bertugas:
- Pengawas: Alfie Niamah Febriana, S.Si.
- Ketua: Dimas Iqbal, S.Pd.Gr.
- Sekretaris: Rina Widya Tantri, S.Sos.
- Bendahara: Rosnaeni, S.Pd.
Untuk mendukung efektivitas organisasi, Musda juga menetapkan empat ketua bidang strategis, yaitu:
- Bidang 1 (Penjaminan Standar Mutu): Merryta Nindayani, S.Pd.
- Bidang 2 (Karakter Guru dan Siswa): Rohayati, S.Pd.
- Bidang 3 (Prestasi Guru dan Siswa): Muhammad Rizki Arif Suryo, S.Pd.
- Bidang 4 (Kelembagaan, Sosial Kemasyarakatan & Kemitraan): Dewi Andayani, S.Pd.
Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan
Dalam sambutannya pasca pelantikan, Ketua terpilih Dimas Iqbal, S.Pd.Gr. menyampaikan komitmennya untuk membawa JSIT Surabaya menjadi rujukan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Fokus pada penjaminan mutu dan prestasi guru-siswa menjadi prioritas utama dalam masa jabatan ini, sejalan dengan arahan dari Dinas Pendidikan.
Acara ditutup dengan doa bersama pada pukul 15.00 WIB, menandai dimulainya babak baru perjuangan JSIT Indonesia di Surabaya dalam mencetak generasi rabbani yang berprestasi.
