SURABAYA – Bertempat di kelas 9 dan di ruang multimedia SMPIT Permata Surabaya, seluruh santri dan santriwati PPQ SMPIT Permata Surabaya melaksanakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan tema “The Miracle of Prayer”.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi momen penting dalam mengingat kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah shalat. Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Hamzah dan Ustadzah Husna sebagai narasumber utama bahwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa besar dan bersejarah dalam Islam dan merupakan salah satu hikmah dari perjalanan tersebut adalah perintah shalat yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW.
“Isra’ Mi’raj menjadi pengingat betapa istimewanya ibadah shalat. Jika ibadah – ibadah yang lain seperti zakat dan haji disampaikan melalui wahyu lewat perantara Malaikat Jibril, maka shalat merupakan satu – satunya ibadah yang diterima langsung oleh Rasulullah,” ujar Ustadz Hamzah di hadapan seluruh santri PPQ SMPIT Permata Surabaya.
Sementara itu, Ustadzah Husna di hadapan seluruh santriwati PPQ SMPIT Permata Surabaya dalam tausiyahnya juga menekankan bahwa ibadah shalat adalah bentuk kasih sayang dan hadiah dari Allah kepada Rasulullah di tengah masa duka yang beliau alami. “Shalat itu justru adalah hadiah dari Allah ketika Rasulullah sedang bersedih. Bayangkan saat itu, pamannya Abu Thalib yang mendukung dakwah Rasulullah meninggal dalam keadaan belum beriman ditambah dengan istri Rasulullah Khadijah juga meninggal. Saat itu adalah tahun kesedihan Rasulullah, tapi Allah menghadiahkan Isra’ Mi’raj untuk Rasulullah sebagai pelipur lara, ditambah lagi dengan hadiah shalat yang diberikan pada beliau, melalui shalat, Allah menguatkan hati Rasulullah dan mendekatkan beliau kepadaNya,” tutur Ustadzah Husna.
Selama kegiatan berlangsung, santri dan santriwati terlihat antusias mengikuti rangkaian acara. Tampak keaktifan dalam menyimak materi, salah satu santriwati kelas 7, Iim, mengajukan pertanyaan terkait sejarah ibadah shalat, “Kalau pada peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah baru mendapatkan perintah shalat. Apakah sebelum itu tidak ada shalat?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustadzah Husna menjelaskan bahwa ibadah shalat telah dikenal sejak nabi – nabi terdahulu, namun dengan bentuk dan ketentuan yang berbeda – beda sesuai dengan syariat masing – masing nabi. Ia menegaskan bahwa shalat lima waktu sebagaimana yang dilaksanakan umat Islam saat ini adalah ketentuan khusus yang diberikan kepada Nabi Muhammad melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.
“Para nabi sebelum Nabi Muhammad juga diperintahkan untuk beribadah dan mendirikan shalat, namun tata cara dan jumlahnya tidak sama seperti shalat lima waktu yang kita kerjakan sekarang. Shalat lima waktu adalah keistimewaan dan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad,” jelas Ustadzah Husna.
Melalui rangkaian tausiyah dan sesi tanya jawab tersebut, para santri dan santriwati diharapkan semakin memahami sejarah dan keutamaan shalat, serta terdorong untuk melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Pesan-pesan yang disampaikan juga menegaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana ketenangan, penguatan iman, dan solusi spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga berperan sebagai sarana pembinaan keimanan dan karakter santri, khususnya dalam menumbuhkan kedisiplinan dan komitmen menjalankan shalat lima waktu secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Anggraini Putri Mahardita, S.Pd
