Penulis: Whenis Marantika Sari
Surabaya — Suasana haru dan hangat terasa di halaman SDIT Permata pada Kamis, 17 April 2025. Sekolah Islam Terpadu Permata menggelar acara doa bersama bertajuk “Doa Tulus untuk Generasi Penerus” yang melibatkan siswa-siswi TK-B, kelas 6, dan kelas 9—tiga jenjang yang sedang bersiap menapaki fase baru dalam pendidikan mereka.
Acara ini diikuti oleh seluruh dewan guru, wali murid, dan tentunya para siswa yang menjadi “bintang utama” malam itu. Ustaz Handika, yang memandu jalannya acara sebagai MC, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk memberi dukungan spiritual, menyemangati para siswa yang akan menghadapi kelulusan, serta mempererat hubungan antara pihak sekolah dan para orang tua.
“Melalui doa bersama, kita berharap Allah SWT memberikan keberkahan, kemudahan, dan tentunya kelulusan terbaik bagi anak-anak kita,” ujarnya dengan penuh semangat.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan zikir Al-Ma’tsurat, lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan salat maghrib berjamaah, dilanjutkan makan malam bersama sambil bercengkerama dalam suasana akrab dan kekeluargaan.
Begitu adzan isya berkumandang, hadirin kembali beribadah bersama, dan setelahnya memasuki inti acara: tausiah dan doa bersama. Momen ini dipandu oleh Ustaz Hamzah Hidayat, dan diisi tausiah inspiratif dari Ustaz Muhalimin Mahir, Lc, MA, Al Hafidz.
Beliau mengajak semua yang hadir untuk mentadaburi QS. At-Tahrim: 6, yang mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Dengan suara tenang namun penuh makna, beliau menyampaikan pesan mendalam:
“Kita sebagai orang tua seringkali fokus mendoakan anak, tapi lupa mendoakan orang tua kita sendiri. Padahal menjaga anak bukan hanya soal ikhtiar, tapi juga soal menyerahkannya kepada penjagaan terbaik—yaitu Allah SWT.”
Pesan itu seolah menjadi cermin bagi para orang tua yang hadir. Doa pun dipanjatkan bersama, penuh kekhusyukan dan harapan agar generasi penerus ini tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.
Acara ini bukan sekadar rutinitas jelang kelulusan—tapi menjadi momentum spiritual yang mempererat hati, menguatkan tekad, dan menumbuhkan semangat untuk masa depan yang lebih baik.
