Beranda / Berita Sekolah / 242 Siswa Ikuti Kemah Ukhuwah Pramuka SIT Tulungagung, Belajar Mandiri hingga Mempererat Persaudaraan

242 Siswa Ikuti Kemah Ukhuwah Pramuka SIT Tulungagung, Belajar Mandiri hingga Mempererat Persaudaraan

TULUNGAGUNG – Dua hari di alam terbuka menjadi kesempatan bagi 242 siswa Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Tulungagung untuk belajar banyak hal. Mulai dari mendirikan tenda, memasak, hingga berkolaborasi menyelesaikan tantangan bersama. Bukan sekadar berkemah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengasah kemandirian sekaligus mempererat persaudaraan antarsiswa.

Pengalaman tersebut mereka dapatkan dalam Kemah Ukhuwah Sekolah Islam Terpadu Tulungagung yang digelar Pramuka SIT (PSIT) Daerah Tulungagung pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026) di Bumi Perkemahan Jurang Senggani, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Mengusung tema Mempererat Ukhuwah, Temukan Kemandirian, Raih Keterampilan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan anggota Pramuka.

Sebanyak 242 Pramuka Penggalang putra dan putri dari lima sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 138 peserta putra dan 104 peserta putri yang berasal dari SDIT Nurul Fikri, SDIT At Taqwa, MIT Ash Sholih, SMPIT Nurul Fikri, dan SMPIT EBS.

Kegiatan diselenggarakan oleh Pengurus Pramuka SIT Daerah Tulungagung dengan dukungan Pramuka Penegak MA EBS Tulungagung. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antargenerasi dalam menghadirkan kegiatan kepramukaan yang edukatif, menyenangkan, dan bermakna.

Dari Apel Pembukaan hingga Aktivitas di Alam Terbuka

Kemah Ukhuwah diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin Kak Sugiharti, S.Pd., M.Pd., selaku Bendahara Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tulungagung yang bertugas sebagai pembina apel. Kegiatan tersebut juga dihadiri Andalan Cabang Sendang.

Dukungan terhadap kegiatan ini turut ditunjukkan melalui kunjungan Kak Cinde Laras, S.Pd., M.M., selaku Wakil Ketua Bidang Abdimas Humas Kwartir Ranting Tulungagung.

Selama dua hari, peserta mengikuti beragam aktivitas yang menggabungkan keterampilan kepramukaan, pembiasaan ibadah, dan penguatan karakter.

Kegiatan dimulai dengan pendirian tenda, kemudian dilanjutkan dengan salat Jumat berjamaah dan khutbah oleh pengasuh Pondok Pesantren EBS. Peserta juga mengikuti praktik pionering, permainan edukatif (fun game), serta api unggun.

Pada malam hari, kegiatan diisi dengan salat qiyamul lail berjamaah dan kultum dari Pondok Pesantren EBS. Pagi harinya, peserta mengikuti senam Pramuka, membersihkan lingkungan, mempraktikkan teknik kepramukaan, hingga memasak olahan singkong.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembongkaran tenda dan penataan kembali perlengkapan perkemahan.

Berbagai aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang dipelajari. Mereka juga dilatih bekerja sama, bertanggung jawab terhadap perlengkapan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menyelesaikan tugas secara bersama-sama.

Lelah Berkemah, Pulang Membawa Pengalaman

Suasana perkemahan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat sejak awal hingga akhir.

Berbagai aktivitas tidak hanya menghadirkan pengalaman baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa dari sekolah berbeda untuk saling mengenal dan membangun persahabatan.

Di tengah aktivitas yang padat, peserta belajar bahwa kehidupan berkemah membutuhkan kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan menyesuaikan diri. Mereka juga berlatih menjalankan tanggung jawab tanpa selalu bergantung pada orang lain.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan. Nilai kemandirian dan kerja sama tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi dipraktikkan langsung selama perkemahan.

Dasa Darma Bukan Sekadar Hafalan

Pesan mengenai pentingnya pembentukan karakter juga disampaikan Desy Dwi Artanti selaku Kamabisakocab Tulungagung. Ia mengingatkan para pembina agar terus bersemangat mendampingi anggota Pramuka di gugus depan.

“Para pembina tetap semangat untuk mendampingi adik-adiknya dalam kegiatan kepramukaan sebagai salah satu wadah untuk pembentukan karakter adik-adik di gugus depan,” pesannya.

Ia juga mengajak peserta untuk terus mengikuti program kepramukaan di gugus depan serta berusaha menerapkan nilai-nilai Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.

“Dasa Darma tidak hanya sekadar dihafalkan tiap latihan, tetapi berusaha untuk diinternalisasikan dalam diri,” tambahnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kepramukaan bukan sekadar kegiatan rutin atau aktivitas di alam terbuka. Lebih dari itu, kepramukaan menjadi sarana pembinaan karakter agar nilai-nilai yang dipelajari dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Melalui Kemah Ukhuwah Sekolah Islam Terpadu Tulungagung, PSIT Daerah Tulungagung berharap persaudaraan antaranggota semakin erat. Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan generasi yang mandiri, terampil, disiplin, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.

Sebab, pengalaman berkemah bukan hanya tentang mendirikan tenda dan menyelesaikan tantangan. Ada pelajaran tentang kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab yang dapat dibawa pulang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salam Pramuka!

Penulis: Titik Setiarini | Lembaga: JSIT Tulungagung

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *