SURABAYA – Suasana di kawasan Kejawan Gebang, Sukolilo, tampak berbeda pada Jumat pagi, 13 Februari 2026. Sebanyak 495 siswa SDIT Al Uswah Surabaya turun ke jalan dalam balutan keceriaan untuk melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan, sebuah tradisi syiar menyambut datangnya bulan suci yang tinggal menghitung hari.
Syiar Kreatif di Sepanjang Jalan
Dengan membawa berbagai poster kreatif buatan tangan yang berisi pesan-pesan kebaikan dan ajakan berpuasa, para siswa melakukan pawai menyusuri rute di sekitar sekolah hingga sepanjang jalan Kejawan Gebang. Tidak sekadar berjalan, para siswa juga berinteraksi langsung dengan warga sekitar untuk menebar semangat beribadah.
Ada yang unik dalam gelaran Tarhib tahun ini. Para siswa membagikan special gift kepada warga yang mereka temui. Paket hadiah tersebut berisi:
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H sebagai panduan waktu ibadah.
Bumbu dapur instan, sebuah bingkisan sederhana namun bermanfaat untuk membantu para ibu menyiapkan santapan sahur atau buka puasa.

Dari Jalanan Menuju Refleksi Diri
Setelah menyebarkan semangat di jalanan, rangkaian kegiatan berlanjut di dalam kelas masing-masing bersama wali kelas. Suasana yang tadinya meriah berubah menjadi lebih khidmat saat sesi refleksi.
Para siswa diajak mendalami makna perjuangan melalui kisah hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Hubungan antara semangat hijrah dan persiapan menyambut Ramadhan ditekankan agar siswa memahami bahwa bulan suci adalah momentum untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain refleksi, aktivitas di kelas juga diisi dengan:
Menghias Kelas: Menciptakan suasana yang nyaman dan bernuansa islami untuk mendukung kekhusyukan belajar selama bulan puasa.
Menuliskan Target Ramadhan: Setiap siswa menyusun resolusi pribadi, mulai dari target hafalan Al-Qur’an hingga jumlah rakaat salat sunnah yang ingin dicapai.
Misi Utama: Gembira dan Maksimal dalam Ibadah
Kepala Sekolah SDIT Al Uswah Surabaya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan rasa bahagia di hati siswa saat menyambut Ramadhan. “Kita ingin anak-anak merasa bahwa Ramadhan adalah ‘tamu agung’ yang layak disambut dengan sukacita dan persiapan matang,” ujarnya.
Sebagai penunjang, para siswa juga dibekali dengan Buku Diary Ramadhan. Buku ini akan menjadi jurnal harian yang mengajak siswa untuk disiplin dan istiqomah dalam mengisi waktu dengan ibadah selama sebulan penuh.
Melalui Tarhib ini, SDIT Al Uswah Surabaya berharap semangat yang ditebarkan para siswa tidak hanya berhenti di jalanan Kejawan Gebang, tetapi juga meresap ke dalam hati setiap individu untuk memaksimalkan ibadah di bulan penuh berkah.
Penulis: Sulaikah Kurniawati, S.Si
