MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMP Islam Mutiara Hati Malang di tingkat nasional. Dua siswi kelas VIII, Kinang Sunting Selasi dan Amatullah Faidah Imtinan, berhasil meraih medali dalam Kompetisi Sains Siswa yang diselenggarakan oleh Lembaga Kompetisi Nasional (LKN) dan LKI.
Pencapaian ini menegaskan bahwa kurikulum Islam terpadu yang diterapkan di sekolah tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk berprestasi di bidang sains. Justru sebaliknya, kedisiplinan dalam menghafal Al-Qur’an menjadi fondasi mental yang kuat dalam menghadapi kompetisi akademik.
Strategi Time Blocking di Tengah Padatnya Hafalan
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat strategi belajar yang menarik. Di tengah jadwal sekolah yang padat dengan kegiatan murojaah dan persiapan Pondok Ramadan, Kinang dan Amatullah menerapkan metode time blocking untuk membagi waktu secara teratur antara ibadah, akademik, dan persiapan lomba.
“Tantangan tersulit justru muncul saat website kompetisi sempat mengalami gangguan atau lag. Namun nilai kesabaran dan kejujuran yang kami pelajari di sekolah membantu kami tetap tenang,” ungkap Kinang.
Meski waktu persiapan relatif singkat, kemampuan analisis dan ketajaman nalar keduanya mampu bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dukungan Keluarga dan Nilai Integritas
Bagi Amatullah, keberhasilan ini bukan sekadar tentang meraih medali. Ia menilai nilai-nilai Islam yang ditanamkan di sekolah, seperti kejujuran dan integritas, menjadi pegangan penting saat mengerjakan soal-soal sains yang menantang.
Ia juga mengakui bahwa doa dan dukungan keluarga memberikan ketenangan batin selama mengikuti kompetisi.
“Kami sangat senang bisa membawa nama baik sekolah. Harapannya ke depan kami bisa meraih lebih banyak medali di olimpiade yang lebih bergengsi,” ujarnya.
Kepala SMP Islam Mutiara Hati Malang, Muhammad Hasmal Mahfud, M.Pd., Gr., mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih para siswa.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa visi sekolah untuk mencetak generasi yang Qur’ani sekaligus unggul secara akademik dapat terwujud.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa yang kuat dalam nilai-nilai Al-Qur’an juga mampu bersaing dan berprestasi di bidang sains,” tuturnya.
