LUMAJANG, Sekolah Islam Terpadu – Halaman SMPIT Ar-Rahmah Tekung dipenuhi keceriaan dan semangat dari para santriwan dan santriwati dalam peringatan Hari Anak Nasional. Mengusung tema “Kado Indah di Hari Anak untuk Generasi Emas Indonesia”, sekolah menggelar berbagai permainan tradisional yang penuh makna kebersamaan dan pelestarian budaya lokal.
Kegiatan ini digagas oleh Kepala Sekolah Ustadz Ulil Albab dan Waka Kesiswaan Ustadzah Lailatul Arofah sebagai koordinator acara. Menariknya, seluruh permainan disiapkan sebagai kejutan di jam terakhir kegiatan belajar mengajar, menjadikan momen ini tak terlupakan bagi seluruh peserta.
Permainan tradisional yang dimainkan oleh santri putra meliputi gobak sodor, bantengan, kelereng, dan kempyeng. Sementara santri putri mengikuti permainan dakon, lompat tali karet, cakar ayam (bekel), dan gobak sodor.
Antusiasme tinggi terlihat sepanjang kegiatan. Selain bersenang-senang, para santri juga belajar nilai-nilai sportivitas, kerja sama, serta mengenal kembali permainan tradisional yang mulai terlupakan di era digital.
Dalam sambutannya, Ustadz Ulil mengutip Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional, mengajak para santri untuk menumbuhkan kesadaran menghormati orang tua, semangat membangun, serta jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Suasana kian meriah dengan iringan lantunan nasyid anak-anak selama permainan berlangsung. Tawa dan interaksi hangat antar santri menjadi simbol harapan akan hadirnya generasi Indonesia yang kuat, ceria, dan mencintai budayanya.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti doa bersama untuk orang tua yang telah mendukung mereka mondok. Panitia juga membagikan hadiah hiburan kepada pemenang permainan untuk menambah semangat dan kebahagiaan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi kenangan manis dan inspiratif, serta memperkuat semangat belajar, cinta tanah air, dan pelestarian budaya tradisional di kalangan pelajar.
