SURABAYA — Suara tawa dan sorak semangat terdengar di Taman Cahaya Pakal, Surabaya, Jumat (7/11/2025) pagi. Ratusan santri SMPIT Permata Surabaya berkumpul dalam suasana penuh antusias, mengikuti kegiatan BPI (Bina Pribadi Islam) Akbar yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Dengan tema “Semangat Pahlawan, Spirit Keteladanan Muslim,” kegiatan ini tak sekadar seremonial, tetapi dirancang untuk menyalakan kembali nilai-nilai perjuangan dalam jiwa para generasi muda muslim.
Di bawah langit cerah Surabaya Barat, setiap kelompok BPI mendapat tantangan menarik: membuat video inspiratif dan merancang program adab yang sejalan dengan semangat keteladanan para pahlawan. Bukan lomba biasa, tapi ajang untuk melatih refleksi dan aksi—bagaimana menjadi “pejuang” dalam kehidupan sehari-hari melalui kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian.

Kegiatan ditutup dengan cara yang tak kalah seru: Rujak Party. Di sela keceriaan mencampur bumbu kacang dan buah, para santri berbagi tawa, cerita, dan rasa syukur. “Ini bukan sekadar makan bersama, tapi simbol persaudaraan dan semangat gotong royong,” ujar salah satu panitia dengan senyum lebar.
Dua hari kemudian, Senin (10/11/2025), suasana heroik berpindah ke halaman sekolah. Upacara bendera Hari Pahlawan berlangsung khidmat, namun penuh warna. Para santri tampil dalam kostum bertema pahlawan—ada yang memakai kebaya layaknya Cut Nyak Dien, ada pula yang mengenakan jas putih seperti dokter garda depan, hingga seragam prajurit dan tokoh inspiratif lain.

Sebagai pembina upacara, Ustadzah Iis, Wakil Kepala Sekolah SMPIT Permata, memberikan pesan yang menggugah hati.
“Jadilah pejuang muslim sejati—berani berkata benar, berani menolak kemungkaran, dan berani berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat,” ujarnya lantang, membuat para santri berdiri lebih tegap dan bersemangat.
Selepas upacara, suasana kembali hidup di dalam kelas. Masing-masing kelompok santri mempresentasikan program adab hasil rancangan mereka. Ide-ide kreatif bermunculan: mulai dari kampanye “Adab Sebelum Ilmu”, hingga gerakan “Tebar Salam, Tebar Senyum” di lingkungan sekolah.
Sebagai penutup, sekolah memberikan tiga penghargaan utama kepada para santri berprestasi:
- Video Terbaik
- Program Adab Terbaik
- Best Costume
Pengumuman pemenang disambut riuh tepuk tangan. Namun lebih dari itu, seluruh rangkaian kegiatan ini meninggalkan makna yang dalam—bahwa semangat kepahlawanan tak hanya hidup di medan perang, tetapi juga di ruang kelas, di rumah, dan dalam setiap tindakan kecil yang membawa kebaikan.
Penulis : Iis Avriyanti, S.Pd
