Pekan spesial di Pondok Pesantren Daruttaqwa Ponorogo. Di halaman pondok, para santri kelas XI terlihat sibuk berbaris, berdiskusi, dan melakukan praktik lapangan. Bukan kegiatan biasa—mereka sedang ditempa menjadi calon pembina Pramuka melalui Kursus Mahir Dasar (KMD).
Kegiatan yang digelar langsung di lingkungan pondok ini menjadi momen penting bagi para santri untuk memperkuat karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan keterampilan membina adik-adik pramuka di masa depan. Di bawah bimbingan Kak Rois, KMD berjalan intens namun tetap penuh semangat.
Selama pelatihan, para santri mengikuti rangkaian materi mulai dari dasar-dasar kepramukaan, teknik membina pramuka siaga dan penggalang, hingga praktik lapangan yang menguji kemampuan kerja sama serta pengambilan keputusan. Antusiasme peserta terasa sejak hari pertama, terlihat dari bagaimana mereka menyerap materi dan terlibat aktif dalam setiap aktivitas.

KMD bukan hanya soal teknis Pramuka, tetapi juga bagaimana santri mampu mengamalkan Trisatya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itulah yang diharapkan dapat melekat kuat, membentuk karakter mandiri, tangguh, dan berjiwa sosial tinggi.
“Kegiatan ini seru dan penuh pengalaman. Kami belajar bagaimana menjadi pemimpin yang baik sekaligus melatih kekompakan sesama teman,” ujar salah satu peserta dengan wajah bercahaya.

Pondok Pesantren Daruttaqwa Ponorogo terus memberi ruang bagi santri untuk tumbuh melalui kegiatan edukatif, termasuk kepramukaan. Dengan pelaksanaan KMD ini, harapannya para santri tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga siap menjadi kader pembina Pramuka yang berprestasi dan membawa manfaat bagi masyarakat kelak.
