Wonogiri — Sorak kemenangan terdengar riuh di GOR Wonogiri saat para santri Pondok Pesantren Darut Taqwa naik ke podium kehormatan. Mereka baru saja menorehkan prestasi membanggakan di ajang Raden Mas Said VI Championship se-Jawa Bali, kejuaraan pencak silat bergengsi yang mempertemukan para pesilat muda terbaik dari berbagai daerah.
Dalam kompetisi yang digelar oleh Dandim Wonogiri ini, 12 santri Darut Taqwa tampil penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai perjuangan. Hasilnya sungguh luar biasa—sepuluh di antara mereka sukses membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu, sementara dua lainnya tetap menunjukkan daya juang yang tak kalah menginspirasi.

Berikut hasil lengkap perolehan medali santri Darut Taqwa:
🥇 Raditya Tristan Valerie — Juara 1 Kelas J Remaja Putra (Kelas 11 Reguler 1)
🥉 Argya Adnan — Juara 3 Kelas G Remaja Putra (Kelas 10 Intensif)
🥈 Irfan Dzaki Hibatullah — Juara 2 Kelas F Remaja Putra (Kelas 10 Intensif)
🥈 Alfan Kurnia — Juara 2 Kelas L Remaja Putra (Kelas 10 Reguler)
🥇 Kunang Prasetyo Jati — Juara 1 Kelas Open 1 Remaja Putra (Kelas 10 Intensif)
🥇 Davilla Akbar Ibrahim — Juara 1 Kelas O Praremaja Putra (Kelas 9B)
🥇 Willyon Charles — Juara 1 Kelas L Praremaja Putra (Kelas 9B)
🥇 Revandi Wiratama — Juara 1 Kelas P Praremaja Putra (Kelas 9B)
🥇 Rafa Alwian Zaky — Juara 1 Kelas J Praremaja Putra (Kelas 9A)
🥈 M. Nafiz Azzahid — Juara 2 Kelas G Praremaja Putra (Kelas 9A)
Hasil gemilang ini menjadi bukti bahwa para santri Darut Taqwa bukan hanya kuat dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga tangguh di gelanggang olahraga. Semangat juang, kedisiplinan, dan mental pantang menyerah yang ditanamkan di pesantren terbukti menjadi bekal berharga dalam setiap kompetisi.
Pimpinan Pondok Pesantren Darut Taqwa menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas capaian ini. “Prestasi ini bukan hanya soal medali, tapi tentang semangat dan nilai juang yang terus hidup di dada para santri,” ujar salah satu pengasuh.
Ia juga berharap kemenangan ini menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus menyeimbangkan antara ilmu, iman, dan prestasi. Karena di Darut Taqwa, menjadi juara bukan hanya tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling bersungguh-sungguh.
Semoga semangat juang para santri terus menyala, membawa harum nama pesantren di kancah nasional, dan menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia yang beriman, berilmu, dan berprestasi.
