Melihat dampak yang begitu besar, Bunda Euis memaparkan enam jurus jitu dalam mengelola penggunaan gadget pada anak:

Jurus yang pertama yaitu menerapkan screen time, dengan mengatur waktu penggunaan gadget pada anak sesuai dengan tahapan perkembangan usianya.
Untuk anak usia dibawah 2 tahun tidak sama sekali diberikan kesempatan bermain gadget, untuk anak usia 2—5 tahun maksimal dalam 1 hari diberikan akses gadget selama 1 jam, untuk usia diatas 5 tahun maksimal 1 hari 2 jam dan yang terakhir untuk usia diatas 14 tahun yaitu 1 hari maksimal 14 jam 17 menit.
Jurus kedua yaitu menyentuh bagian otak yang bernama lobus insula. Cara menyentuhnya yaitu dengan berkisah. Beliau memaparkan untuk selektif dalam memilih cerita, dengan catatan tidak ada unsur pornografinya, unsur mencuri, memukul dan kejahatan lainnya.
Jurus ketiga yaitu menyentuk bagian otak yang bernama Pre Frontal Cortex. Cara menyentuhnya yaitu dengan memberikan alasan logis kepada si anak terkait bahaya menggunakan gadget yang berlebihan. Beliau juga memaparkan perbedaan antara nurut dan taat, nurut itu anak hanya akan melakukan jika ada orang tuanya saja sedangkan taat anak akan melakukan sesuatu dengan kesadaran sendiri.
Jurus keempat yaitu dengan kesepakatan. Pada jurus yang keempat, Bunda Euis menyampaikan dengan cara yang berbeda yaitu menerapkan simulasi kepada walimurid yang hadir. Walimurid diminta untuk membuat kelompok berisikan 2 orang kemudian salah satu simulasi membuat kesepakatan.
Jurus kelima yaitu gadget time.
Pada jurus kelima ini, Bunda Euis memberikan tips bagaimana mengatur Youtube agar dapat menyaring konten dewasa, sehingga ketika anak—anak lihat youtube tidak ada konten dewasa yang muncul di kolom pencarian.
Kemudian jurus keenam yang terakhir yaitu berikan aktivitas pengganti. Sebagai orang tua, harus memiliki segudang aktivitas positif yang sudah siap diberikan kepada si anak. Karena alasan anak—anak bermain gadget adalah mereka tidak ada inisiatif untuk melakukan aktivitas non gadget.

Acara parenting ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, pembagian doorprize, serta doa bersama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin bijak dalam mengelola penggunaan gadget, sehingga anak-anak dapat menyambut Ramadhan dengan penuh keberkahan.***
