PONOROGO – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Ponorogo sukses menggelar Musyawarah Daerah ke-3 (Musda III) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan organisasi pendidikan Islam terpadu di Kabupaten Ponorogo.
Dalam forum Musda III ini, Ust Widodo, S.Pd terpilih sebagai Ketua JSIT Daerah Ponorogo periode 2025–2029. Ia menggantikan Ust Samsul Arifin, S.Pd yang sebelumnya mengemban amanah kepemimpinan.
Pada sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Ust Widodo menegaskan bahwa jabatan ketua merupakan amanah besar yang tidak dapat dijalankan secara individual. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota JSIT Ponorogo untuk membangun sinergi dan kebersamaan.
“Menjadi ketua adalah amanah, dan saya tidak bisa bekerja sendiri. Dengan berbarengan dan saling menguatkan, insyaallah kita bisa meraih kesuksesan bersama,” ujarnya.
Musda III JSIT Ponorogo dihadiri oleh para kepala sekolah, perwakilan guru, serta pengurus yayasan dari seluruh sekolah anggota JSIT di Ponorogo. Kehadiran peserta mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memajukan pendidikan Islam terpadu di daerah tersebut.
Perwakilan Pengurus Wilayah JSIT Jawa Timur, Usth Anita Rohmi, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia membuka secara resmi Musda, melantik kepengurusan JSIT Daerah Ponorogo yang baru, sekaligus menutup rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Usth Anita menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan hal yang wajar dan penting dalam organisasi yang sehat dan dinamis.
“Perubahan kepengurusan adalah keniscayaan dalam organisasi. Regenerasi kepemimpinan harus terus berjalan agar JSIT selalu bertumbuh, adaptif, dan siap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui Musda III ini, JSIT Daerah Ponorogo diharapkan semakin solid dalam mengawal mutu pendidikan Sekolah Islam Terpadu serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan pendidikan yang berkarakter dan berdaya saing.
