Sidoarjo — Siswa kelas 9 SMPIT Insan Kamil, Sidoarjo melaksanakan kegiatan Backpacker di kawasan wisata alam Puthuk Gragal, Pacet Mojokerto. Kegiatan diawali dengan transfer knowledge relegius yang diisi salahsatu mahasiswa STIDKI Ar-Rohmah di Masjid Ibadurrahman dan program pengabdian masyarakat di sekitarnya.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengusung konsep tidak hanya sebagai petualangan alam, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter spiritual dan sosial para peserta.
Menurut Ketua Panitia, Asyirul Haqqi, pembukaan dengan kajian pemuda Muslim dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai religius dan kebersamaan di antara para peserta. “Kami ingin agar kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman fisik, tapi juga memperkuat keimanan dan rasa tanggung jawab sosial,” ujarnya. Kajian yang dipimpin oleh Ustaz Fathan membahas tentang semangat pemuda dalam mencari makna hidup dan iman melalui alam.
Setelah kajian, para siswa bersama panitia melaksanakan program pengabdian masyarakat di masjid dan musala sekitar Puthuk Gragal, berupa kegiatan bersih-bersih serambi, kamar mandi, dan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. “Pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dari giat ini, supaya siswa memahami bahwa menjaga alam adalah kewajiban bersama,” tambah Haqqi.

Dalam kegiatan inti Backpacker, puluan siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk mendaki dan berkemah di Puthuk Gragal. Rute yang dipilih cukup menantang, tetapi tetap dapat diakses oleh pemula dengan pendampingan ketat dari para guru pendamping. Di puncak, peserta mengikuti aktivitas seperti zikir Pagi, salat tahajud dan Subuh berjamaah. dan sesi refleksi yang menghubungkan pengalaman alam dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang telah diperoleh sebelumnya.
Para guru pendamping memberikan apresiasi tinggi atas konsep kegiatan yang holistik ini. Mustofa, salah satu guru pendamping, mengatakan, “Dengan adanya kajian dan pengabdian masyarakat sebelum aktivitas fisik, anak-anak lebih terinspirasi untuk menjaga lingkungan dan menguatkan karakter mereka.”
Kegiatan ini juga mengedepankan kampanye #BackpackerBersih, pada setiap peserta diwajibkan membawa kantong sampah pribadi dan berkomitmen untuk tidak meninggalkan jejak sampah di area pendakian. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Backpacker Siswa bukan sekadar perjalanan petualangan, tetapi juga gerakan sosial yang mengajak generasi muda untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap alam dan sesama.

Ust. Fathur Rohman menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pembentukan generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia. “Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga di alam, tapi juga pembelajaran karakter yang mendalam,” ujar Kepala Sekolah.
Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan berbagai pihak, penyelenggara berencana mengembangkan program ini dengan memasukkan elemen-elemen edukasi keagamaan dan sosial yang lebih beragam di tahun-tahun berikutnya, sehingga Backpacker Siswa bisa menjadi gerakan yang lebih bermakna bagi pembentukan generasi muda
