Kepala SMPS Al-Ittihad Al Islami turut berbagi wawasan mengenai sistem pendidikan di pondok yang mengadopsi dua kurikulum, yakni Kurikulum Kemendikbudristek dan Kurikulum Pesantren. Ia juga menyoroti pentingnya peran pesantren dalam menghadapi tantangan era digital, terutama terkait kesehatan mental santri akibat pengaruh teknologi.
“Mudah-mudahan pertemuan ini bisa semakin mengoptimalkan perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Ustad Mudhar, S.Pd., Kepala SMPS Al-Ittihad Al Islami Camplong.
Usai sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang terbagi dalam lima bidang:
- Yayasan – Membahas tata kelola dan pengelolaan lembaga pendidikan berbasis Islam.
- Pengasuhan – Mempelajari sistem pengasuhan santri di pondok.
- Kurikulum – Mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan Kurikulum Pesantren.
- Kehumasan – Bertukar pengalaman mengenai strategi komunikasi dan hubungan masyarakat.
- Qur’an – Membahas target capaian pembelajaran Al-Qur’an bagi santri.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan cinderamata dari kedua pihak sebagai simbol komitmen mempererat kerja sama. Sebelum kembali ke Surabaya, tim SIT Permata Surabaya menyempatkan diri menikmati suasana Pantai Camplong, Sampang, untuk melepas penat setelah rangkaian agenda yang padat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan dalam memperkuat sistem pendidikan Islam dan mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia.
