Beranda / Berita Sekolah / Kemah Ceria PAUDIT Insan Permata Malang, Ajarkan Anak Berani dan Mandiri Lewat Ekspedisi Detektif Cilik

Kemah Ceria PAUDIT Insan Permata Malang, Ajarkan Anak Berani dan Mandiri Lewat Ekspedisi Detektif Cilik

MALANG – Keberanian anak-anak tak selalu lahir dari hal besar. Kadang, ia tumbuh ketika mereka berani mencoba melewati tantangan, menjaga barang sendiri, atau menyelesaikan tugas tanpa bantuan ayah dan bunda. Pengalaman sederhana semacam itulah yang coba dihadirkan PAUDIT Insan Permata Malang melalui Kemah Ceria (KECE) 2026 bertajuk “Ekspedisi Detektif Cilik Insan Permata”, yang berlangsung pada 28 September–2 Oktober 2026.

Sebanyak 181 anak dari jenjang Kelompok Bermain (KB), TK A, hingga TK B mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan keberanian, kemandirian, dan tanggung jawab melalui pengalaman nyata.

Petualangan Kecil, Pelajaran Besar

Mengusung semangat “Menyingkap Petunjuk, Menumbuhkan Karakter, Mengagumi Ciptaan Allah”, kegiatan diawali dengan tahapan mengenali misi, merencanakan, dan berlatih, sebelum memasuki puncak petualangan pada 1–2 Oktober 2026.

Anak-anak menjelajahi berbagai tantangan, mulai dari melewati jalur zig-zag, memasuki goa buatan, menyeberangi jembatan kayu, hingga menyelesaikan misi dan mengumpulkan kepingan puzzle.

Bagi orang dewasa, semua itu mungkin terlihat seperti permainan. Namun bagi anak-anak, setiap tantangan menjadi kesempatan untuk belajar berani mencoba, bekerja sama, pantang menyerah, dan menyelesaikan tugas.

Kepala PAUDIT Insan Permata Malang, Evrilia Iryanti, S.Si., S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun karakter anak sejak dini.

“Jadi ini juga untuk melatih anak berani mencoba, cinta belajar, pantang menyerah dan berakhlak mulia,” ungkap Evrilia.

Belajar Mandiri Tanpa Ayah dan Bunda

Pengalaman berbeda dirasakan anak-anak TK B yang mengikuti kegiatan menginap tanpa didampingi orang tua.

Mereka belajar mandi, mengganti pakaian, menjaga barang bawaan, makan dengan tertib, hingga beribadah bersama. Hal-hal sederhana yang mungkin biasa dilakukan dengan bantuan orang tua, kini mereka coba lakukan sendiri dengan pendampingan guru.

Kemandirian memang tidak tumbuh dalam satu malam. Namun, keberanian untuk mencoba bisa menjadi langkah awal yang sangat berarti.

Melalui kegiatan ini, anak-anak juga dikenalkan pada nilai integritas dan amanah, terutama dalam menjaga barang miliknya sendiri.

“Kami juga menerapkan pendidikan anti korupsi atau nilai-nilai integritas. Salah satunya adalah tanggung jawab terhadap barang miliknya, agar nanti ketika dewasa mereka tahu ini miliknya atau bukan. Ini selaras dengan konsep amanah, menjaga barang miliknya ataupun saat menjalankan tugas,” jelas Evrilia.

Belajar dari Pengalaman, Menumbuhkan Karakter

Di akhir petualangan, anak-anak diajak merefleksikan pengalaman mereka. Apa yang menyenangkan, tantangan apa yang berhasil dilewati, dan pelajaran apa yang dapat dibawa pulang.

Pendekatan belajar melalui pengalaman ini sejalan dengan semangat Pembelajaran Mendalam yang mendorong anak untuk tidak sekadar mengetahui, tetapi juga mengalami, memahami, dan memaknai proses belajar.

Hal ini menjadi semakin bermakna karena TK Islam Terpadu Insan Permata Malang terpilih sebagai 1 dari 93 Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan PBK-KA (Pengembangan Berpikir Komputasional dan Kecerdasan Artifisial) PAUD di Indonesia.

Melalui Ekspedisi Detektif Cilik, nilai-nilai pendidikan tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi dihadirkan dalam pengalaman yang dekat dengan dunia anak.

Anak tidak sekadar diajarkan untuk berani, tetapi diberi kesempatan mencoba. Tidak hanya dinasihati agar bertanggung jawab, tetapi dipercaya menjaga barang miliknya sendiri.

Pada akhirnya, petualangan ini bukan tentang seberapa banyak tantangan yang berhasil diselesaikan, melainkan tentang tumbuhnya keyakinan dalam diri anak:

“Aku berani mencoba. Aku bisa belajar. Dan aku bisa bertanggung jawab.”

Dari langkah-langkah kecil itulah, insyaAllah, tumbuh generasi yang mandiri, tangguh, mencintai proses belajar, dan berakhlak mulia.

Penulis: M. Noor Hidayat | Sekolah: PAUDIT Insan Permata Malang

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *