MADIUN – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti lingkungan TKIT Insan Madani Madiun pada Sabtu, 7 Maret 2026. Ratusan siswa taman kanak-kanak Islam terpadu berkumpul mengikuti Dongeng Akbar Nasional bersama Diary Ramadhan (DiRA), sebuah kegiatan edukatif yang menghadirkan kisah inspiratif dan pesan moral untuk anak-anak dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 peserta secara langsung dari berbagai lembaga pendidikan, di antaranya TKIT Insan Madani, TKIT Robbani, TKIT Bina Anak Sholeh, TKIT An Nuur, RA Bakti, TKIT Nuur Mujahidin, dan TKIT Harapan Insan. Selain itu, ribuan siswa TKIT di seluruh Indonesia juga mengikuti acara secara daring, menjadikan kegiatan ini terasa seperti perhelatan nasional yang menyatukan semangat belajar dan keceriaan anak-anak.
Rangkaian acara diawali dengan pra acara yang menampilkan kreativitas siswa TKIT Insan Madani. Salah satu penampilan yang memikat perhatian adalah penampilan menyanyi dari ananda Trias Nafeesa Qaisara, yang berhasil menciptakan suasana hangat sekaligus menggugah semangat peserta yang hadir.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh MC Ustadzah Vina dan Ustadzah Mursitoh, yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh keceriaan. Selanjutnya, para peserta disuguhkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dalam sesi tahfidz oleh siswa TKIT Insan Madani, yaitu ananda Annisa Khanza Azzahra dan Anindira Zanna Kirania. Suara merdu para siswa tersebut menghadirkan nuansa religius yang khidmat di tengah keceriaan acara.
Momentum kebangsaan turut hadir ketika seluruh peserta berdiri tegap menyanyikan lagu Indonesia Raya, dipandu oleh dirigen Ustadzah Wiji Lestari, S.Pd. Lagu kebangsaan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlandaskan nilai religius, tetapi juga cinta tanah air.

Memasuki sesi sambutan, perwakilan Ketua JSIT Wilayah, Ustadzah Anita Rohmi, ST, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menghadirkan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak agar nilai-nilai Islam dapat diterima dengan hati gembira.
Acara ini juga dihadiri bebrpa pengurus JSIT Wilayah Jawa Timur , Ketua JSIT Madiun Ustadzah Piping Nur Ariyani, S.Pd beserta jajarannya dan ketua Yayasan Insan Madani Mulia Madiun Moh. Husaini, S.Pd, M.Pd
Keceriaan kembali memuncak saat Tim Tari Saman dari TKIT Robbani tampil memukau. Gerakan yang kompak dan penuh semangat membuat para peserta terpukau sekaligus memberikan warna budaya dalam rangkaian acara.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ustadz Ageng Ariadin, S.Pd, yang memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan. Setelah itu, penampilan pildacil dari ananda Akhtar Muhammad Omar Al Arkhan turut menginspirasi para peserta. Dengan gaya percaya diri, ia menyampaikan pesan moral yang sederhana namun bermakna tentang kebaikan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Puncak acara yang paling dinanti adalah Dongeng Ramadhan bersama Kak Nanang Rembo, seorang pendongeng nasional yang dikenal dengan gaya bercerita yang energik, interaktif, dan penuh humor. Melalui cerita-cerita yang sarat nilai kejujuran, kebaikan, serta semangat beribadah di bulan Ramadhan, Kak Nanang berhasil membuat anak-anak larut dalam imajinasi sekaligus memahami pesan moral yang disampaikan.
Tak hanya mendongeng, Kak Nanang juga mengajak anak-anak bernyanyi, bergerak, dan menjawab pertanyaan sederhana. Interaksi hangat tersebut membuat suasana semakin hidup, diselingi dengan pembagian doorprize yang diberikan di sela-sela maupun setelah sesi dongeng selesai. Sorak gembira anak-anak pun kerap terdengar setiap kali hadiah dibagikan.
Kegiatan Dongeng Akbar Nasional bersama DiRA ini tidak hanya menjadi hiburan bagi anak-anak, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang efektif. Melalui cerita dan aktivitas yang menyenangkan, nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kebaikan ditanamkan sejak dini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Tim pelaksana berharap anak-anak semakin mencintai Ramadhan, tumbuh dengan akhlak yang baik, serta memiliki kenangan indah dalam proses belajar mereka. Dongeng, pada akhirnya, bukan sekadar cerita, melainkan jendela untuk menanamkan nilai kehidupan dengan cara yang paling menyenangkan bagi anak-anak.
Penulis: Norma Rizky Yuniar, S.Pd
