Jumat, 5 Desember 2025
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home Curhat

Dari Angan Menjadi Nyaman

Selama setahun mengajar, saya pun mulai merasa nyaman. Saya merasa menemukan dunia saya.

by admin
2024/05/02 | 17:10
in Curhat
Reading Time: 3 mins read
0
Nufiyah Fakhrun Nisa’, S. Hum (Dok. SDIT Permata)

Nufiyah Fakhrun Nisa’, S. Hum (Dok. SDIT Permata)

0
SHARES
105
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Related Posts

Ingin Berita Sekolah Meningkat, Pahami Dulu Manfaatnya

Oleh: Nufiyah Fakhrun Nisa’, S. Hum (Koordinator Tahfiz SDIT Permata)

Guru adalah sosok yang sangat saya kagumi sejak kecil. Namun, tidak pernah terbersit sedikit pun bahwa saya akan menjadi salah satu bagian dari mereka.                 

Sejak kecil, saya memang sangat senang berbagi pengetahuan dengan teman, sering juga memerankan seorang guru saat bermain dengan teman. Akan tetapi, dulu saya berfikir bahwa seorang guru harus mempunyai kemampuan yang lebih dari orang lain.

Seorang guru pun harus bisa bertanggungjawab untuk bisa mendidik siswa-siswanya dengan baik. Karena alasan – alasan tersebut, saya merasa bahwa saya tidak mampu dan tidak siap untuk menjadi seorang guru.

Saat kuliah, saya tidak bercita-cita untuk menjadi guru. Namun, karena saya suka dengan pelajaran agama, dan hanya jurusan tersebut yang banyak peluangnya bisa menerima saya akhirnya memilih jurusan tersebut.

Pada perkuliahaan menjelang usai, karena mata kuliah tinggal sedikit jadi banyak waktu yang longgar, maka sore harinya saya manfaatkan untuk mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Selama setahun mengajar, saya pun mulai merasa nyaman. Saya merasa menemukan dunia saya. Banyak rekan-rekan saling mendukung. Saya pun mulai menerima takdir saya yang memang harus menjadi seorang guru.

Tidak lama kemudian kakak kos saya menawari mengajar Al-Quran juga namun di pagi hari. Jadi sebelum berangkat kuliah ada aktivitas mengajar di SMP Negeri.

Setelah lulus kuliah, saya pun mencari kebeberapa Sekolah terdekat untuk bisa menjadi honorer. Namun, sangat sulit sekali mendapatkan pekerjaan ini. Semua sekolah yang saya datangi tidak ada lowongan. Saya pun tidak menyerah dan mencoba terus. Alhamdulillah ada tawaran lagi untuk mengajar Al Quran di SMP Negeri jam 13.00 WIB.

Tidak lama kemudian Alhamdulillah tidak sengaja ada pesan via WhatsApp (WA) dari teman yang menginformasikan kalau ada lowongan untuk menjadi guru Al-Qur’an. Akhirnya saya coba untuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan.

Menjadi seorang guru, saya merasakan kebahagiaan tersendiri saat mengajar. Saya merasa senang saat mengajar. Segala beban yang ada di pikiran saya seolah hilang seketika ketika saya bertemu dengan siswa – siswisaya. Walaupun mereka terkadang membuat saya merasa kesal dan jengkel, namun mereka semua sangat menyayangi saya dan selalu membuat saya bahagia.

Saya pun sangat menyayangi mereka. Menjadi guru memang tidaklah mudah, namun jika dijalani dengan penuh keikhlasan semua kelelahan tidak pernah terasa. Semua kelelahan yang saya rasakan tergantikan dengan rasa kebehagiaan dan kebanggaan.

Dengan menjadi seorang guru, saya banyak belajar pengalaman hidup, belajar lebih sabar, belajar lebih ikhlas dan belajar untuk bisa memahami kekurangan oranglain.

Awalnya saya tidak percaya diri menjadi seorang guru, saya takut tidak bisa memberikan yang terbaik untuk murid-murid saya, tidak bisa menjadi teladan bagi siswa, tapi saya terus berusaha dan belajar dari pengalaman orang lain, sehingga saya mulai menemukan kepercayaan diri bahwa saya mampu.

Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi siswa-siswi saya. Walaupun apa yang saya lakukan belum maksimal, tapi saya berharap semoga apa yang sudah saya berikan kepada siswa – siswi saya dapat bermanfaat dan berguna bagi mereka di masa depan.

Untuk para pejuang pendidikan ada pesan dari KH. Dimyati Rois , ” Jika Anda menjadi guru hanya sekedar transfer pengetahuan, akan ada masanya dimana Anda tidak lagi dibutuhkan, karena Google lebih cerdas dan lebih tahu banyak hal daripada Anda,”

Namun jika Anda menjadi guru juga mentransfer adab, ketaqwaan dan keikhlasan, maka Anda akan selalu dibutuhkan, karena Google tidak memiliki semua itu.***

Tags: SDIT Permata Surabaya

admin

RekomendasiBerita

Curhat

Ingin Berita Sekolah Meningkat, Pahami Dulu Manfaatnya

by admin
10 November 2023
0
146

Rasanya eman kalau kegiatan sekolah itu hanya diketahui oleh internal lembaga saja. Di era digital ini. Seharusnya sekolah mampu memanfaatkan...

Read more
Next Post

Kenalkan Profesi, SD Islam Terpadu Ulul Albab Kertosono Hadirkan Tim Damkar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

headline

Jelang Muswil Panas! JSIT Jatim Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Workshop BOSP 2025

by kontributor jsit
30 November 2025
0
73

SIDOARJO – Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6, JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur terus memanaskan mesin kolaborasi. Salah satu langkah strategisnya...

Read more

SD IT Badrussalam Galang Dana untuk Banjir Sumatra, Antusiasme Siswa Bikin Terharu

Forsika PAUD JSIT Jombang Gelar Workshop CBIFONIK, Guru-guru Antusias Tingkatkan Kompetensi Literasi Awal

Dua Hari Satu Malam Bersama 187 Siswa, PAUDIT Insan Permata Gelar Kemah Ceria Penuh Nilai Karakter

Pelantikan 32 Pramuka Siaga Garuda Aspafiga Scout SDIT Nuurul Fikri Berlangsung Khidmat dan Meriah

Silaturahmi SIT Permata Surabaya ke NF Tulungagung: Dari Pegunungan Sejuk hingga Inspirasi Kurikulum Wirausaha

Upgrade Skill di Era AI, Guru SDIT Badrussalam Ramaikan Workshop JawaPos TV

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
11.4k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.3k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In