SURABAYA – JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh pengurus JSIT Daerah se-Jawa Timur secara daring, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut pasca selesainya Rakerda di seluruh daerah serta berjalannya program kerja di tingkat wilayah.
Rakor yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut diikuti oleh Badan Pengurus Harian (BPH) JSIT Daerah, kepala bidang, serta staf bidang dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Moch. Edris Effendi, ST, M.PSDM menyampaikan bahwa kegiatan rakor kali ini diikuti lebih dari 200 pengurus dari berbagai daerah.
“Rakor JSIT Wilayah bersama JSIT Daerah di Jawa Timur pada Sabtu siang ini diikuti oleh lebih dari 200 pengurus,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari program tindak lanjut dari JSIT Pusat dan wilayah hingga penguatan implementasi program di tingkat daerah dan sekolah anggota.
“Banyak hal strategis yang dibahas, baik agenda dari JSIT Pusat maupun wilayah yang perlu ditindaklanjuti oleh daerah dan sekolah anggota,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris JSIT Jawa Timur, Alief Nuryadi, S.S., M.Pd., M.M menyoroti pentingnya penguatan layanan digitalisasi melalui Sistem Informasi Manajemen Terpadu.
Ia berharap seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Timur dapat meningkatkan validasi dan pembaruan data melalui operator daerah masing-masing.
“Kami berharap seluruh SIT se-Jatim melalui operator daerah dapat meningkatkan validasi dan pembaruan data agar informasi yang terkumpul semakin akurat dan dapat diandalkan,” jelasnya.
Selain itu, Alief juga menyampaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengiriman berita untuk website JSIT Jawa Timur serta pentingnya kolaborasi konten media sosial antara wilayah dan daerah.
Menurutnya, publikasi yang baik akan membantu memperluas eksposur kegiatan serta mengenalkan berbagai program unggulan pendidikan SIT kepada masyarakat luas.
“Harapannya, kegiatan-kegiatan sekolah bisa lebih terekspos dan keunggulan program pendidikan SIT semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Usai sesi pemaparan umum, peserta rakor dibagi ke dalam dua ruang diskusi, yakni sosialisasi program Bidang 3 dan pembahasan terkait metode IWR.
Program Bidang 3 dipaparkan langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Guru dan Siswa JSIT Jawa Timur, Anang Tri Wahyudi, S.Pd., Gr. Dalam paparannya, ia memperkenalkan sejumlah program unggulan, salah satunya Islamic Youth Festival yang menjadi agenda paling ditunggu siswa SIT se-Jawa Timur.
Menurutnya, ajang tersebut akan menjadi lebih bergengsi karena seluruh cabang lomba yang digelar telah melalui proses kurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mulai tingkat daerah hingga nasional.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan sinergi antarwilayah serta daerah dalam menjalankan berbagai program pendidikan Islam terpadu di Jawa Timur secara lebih optimal dan terarah.
