PACITAN – Yayasan Bakti Insani Pacitan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui kegiatan Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang digelar di ruang kelas 2B SDIT Tawakkal tersebut mengusung tema “Penguatan Karakter dan Peak Performance Pendidik”.
Puluhan ustadz dan ustadzah dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Tawakkal, mulai dari KBIT, TKIT, SDIT hingga MTs Terpadu Tawakkal, mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Agenda ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan semangat perjuangan para pendidik di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Sejak awal kegiatan, suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa. Para peserta tampak serius menyimak setiap materi yang disampaikan. Bahkan beberapa sesi berlangsung haru ketika pembahasan menyinggung makna perjuangan seorang guru dalam mendidik generasi.
Dalam sesi pembinaan karakter, pihak Pembina Yayasan Tawakkal menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan penanaman nilai, akhlak, dan keteladanan.
“Seorang guru tidak hanya bekerja dengan akal, tetapi juga dengan hati. Ketika hati seorang pendidik tertata dan karakternya kuat, maka setiap nasihatnya akan memiliki daya hidup bagi murid-muridnya. Inilah hakikat peak performance, yakni performa terbaik yang lahir bukan hanya dari profesionalitas, tetapi juga keberkahan,” ungkap salah satu pembina yayasan.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian penuh dari para peserta. Banyak guru terlihat larut dalam refleksi perjalanan mereka selama menjalankan amanah pendidikan.
Materi tentang peak performance menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian. Para guru diajak memahami bahwa performa terbaik bukan hanya soal pencapaian administratif, tetapi bagaimana menghadirkan energi positif, kreativitas, dan ketulusan dalam setiap proses pembelajaran.
Selain penguatan karakter, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi bersama bagi seluruh PTK Yayasan Tawakkal. Para peserta didorong untuk terus mengembangkan diri melalui konsep growth mindset atau pola pikir bertumbuh.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta berbagi pengalaman terkait tantangan pembelajaran di kelas, mulai dari karakter siswa yang beragam hingga perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Momentum pembinaan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat sinergi antarunit pendidikan di bawah naungan Yayasan Bakti Insani Pacitan. Setiap unit diberikan kesempatan menyampaikan tantangan dan strategi pengembangan sekolah ke depan.
“Kami tidak ingin berjalan sendiri-sendiri. Pendidikan yang besar lahir dari kolaborasi yang sehat dan komunikasi yang kuat. Karena itu pembinaan seperti ini bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang menyatukan hati,” ujar salah satu panitia kegiatan.

Salah seorang peserta dari MTs Terpadu Tawakkal, Ustadz Addin, mengaku mendapatkan semangat baru setelah mengikuti pembinaan tersebut.
“Kami merasa di-charge kembali. Materi tentang peak performance benar-benar menyentuh sisi profesionalitas kami sebagai pendidik. Ini mengingatkan bahwa setiap detik di ruang kelas adalah investasi akhirat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bakti Insani Pacitan dalam pesan penutupnya menegaskan bahwa perjuangan pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban Islam melalui generasi unggul dan berakhlak.
“Kita sedang membangun peradaban, bukan sekadar mendirikan gedung sekolah. Setiap langkah dan keringat para pendidik adalah investasi besar untuk masa depan umat,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang sore hari. Melalui pembinaan ini, Yayasan Bakti Insani Pacitan berharap mampu terus melahirkan generasi Islami yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
