Tulungagung — Sebanyak 120 guru Sekolah Islam Terpadu (SIT) se-Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan Pelatihan Metodologi dan Microteaching Pembelajaran Al-Qur’an Metode WAFA yang diselenggarakan oleh JSIT Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Maret 2026 bertempat di MBS 2 Tulungagung, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Ustadz M. Wildan Arif, S.Pd, selaku trainer WAFA INDONESIA yang memberikan pemaparan mengenai metodologi pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode WAFA, sekaligus memberikan praktik microteaching sebagai sarana bagi para guru untuk melatih keterampilan mengajar Al-Qur’an secara efektif dan menyenangkan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum launching SAPAQTA (Sahabat Pencinta Qur’an Nusantara), sebuah gerakan yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan sekolah Islam terpadu.
Pelaksanaan kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara JSIT Kabupaten Tulungagung dengan BMT Agawe Makmur yang turut mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya mendapatkan penguatan teori pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkan langsung metode pengajaran melalui sesi microteaching. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam membimbing siswa membaca Al-Qur’an dengan baik, benar, dan menyenangkan.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Diskusi interaktif, praktik mengajar, serta berbagi pengalaman antar guru menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan dan keterampilan mengajar Al-Qur’an.
Dengan adanya kegiatan ini, JSIT Tulungagung berharap para guru semakin profesional dalam mengajarkan Al-Qur’an serta mampu menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada generasi penerus bangsa. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti BMT Agawe Makmur diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam memajukan pendidikan Islam di Kabupaten Tulungagung.
