MALANG – Pemandangan berbeda terlihat di SMP Islam Mutiara Hati Malang selama kegiatan Pondok Ramadan 1447 H yang berlangsung pada 4–6 Maret 2026. Para siswa dipercaya memimpin salat Isya dan Tarawih dengan bacaan Al-Qur’an yang panjang.
Program yang digelar di sekolah yang berlokasi di Cemorokandang tersebut menghadirkan fenomena “Imam Muda”, di mana para siswa tampil sebagai imam dalam salat berjamaah.
Salah satu siswa, Dzaky Khalfa Faith, memimpin jamaah salat Isya dan Tarawih dengan membawakan bacaan dari Juz 1. Selain Dzaky, sejumlah siswa lain seperti Alif, Rafif, Farros, dan Kenzie juga menjadi imam secara bergantian dengan membacakan hafalan dari Juz 28.
Selain memimpin salat berjamaah, para siswa juga mengikuti kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi sekolah. Dalam kegiatan tersebut, publik dapat menyaksikan para siswa melantunkan hafalan Al-Qur’an selama 30 hingga 53 menit dalam satu kali duduk.
Kepala SMP Islam Mutiara Hati Malang, Muhammad Hasmal Mahfud, M.Pd., Gr., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kepemimpinan bagi para siswa.
“Kami ingin mereka tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga berani memimpin umat secara langsung,” ujarnya.
Selain penguatan ibadah, para siswa juga diajak menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan Sebar Takjil. Dalam program ini, siswa membagikan takjil secara door to door kepada warga di Kampung Untung Sudiro.
Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi muslim yang religius, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
