Bondowoso — Musyawarah Daerah (MUSDA) II Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Bondowoso–Situbondo resmi menetapkan dan melantik kepengurusan baru periode 2026–2029 pada 17 Januari 2026 bertempat di Orilla Cafe & Resto.
Penetapan dilakukan melalui rangkaian agenda pemilihan formatur, penetapan pengurus, serta pembacaan dan penandatanganan pakta integritas sebagai komitmen menjalankan amanah organisasi secara profesional dan berintegritas.
Dalam MUSDA tersebut, Kepala SDIT Bina Insan Situbondo dan Kepala SMPIT Bina Insan Cemerlang terpilih sebagai formatur yang kemudian menetapkan susunan pengurus JSIT Bondowoso–Situbondo.

Adapun susunan pengurus yang resmi dilantik yakni Encik Jamilatin Aziezah, S.Pd.I. sebagai Pengawas, Irma Trias Santi, S.P., S.Pd. sebagai Ketua, Hanifan Al Ghifari W., S.P. sebagai Sekretaris, dan Dwi Wulandari, S.Pd. sebagai Bendahara. Sementara itu, Ketua Bidang I dijabat Faridah L. Mukaroma, S.Pi., Ketua Bidang II Wardatul Jannah K., S.Si., S.Pd., Ketua Bidang III Elok Puji Kurniasari, S.TP., serta Ketua Bidang IV Sugiono, S.Pd.I. Prosesi pembacaan pakta integritas dipimpin oleh Ust. Anang Tri Wahyudi, S.Si.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Irma Trias Santi menyampaikan harapan agar Allah memudahkan amanah kepengurusan yang akan dijalankan. Beliau menegaskan komitmennya untuk menjadikan JSIT Daerah Bondowoso–Situbondo sebagai barometer pendidikan Islam, yang mampu memberikan kebermanfaatan nyata, baik dalam pembentukan karakter siswa maupun dalam membersamai proses tumbuh kembang peserta didik. Ia juga mengajak seluruh guru dari jenjang TKIT hingga SMAIT untuk berpartisipasi aktif serta membangun kolaborasi dan sinergi bersama.
Sementara itu, Ust. Anang Tri Wahyudi, S.Si., selaku Ketua Bidang III JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus terpilih. Beliau menekankan bahwa kepengurusan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk berperan aktif dalam setiap program, membangun hubungan dengan berbagai pihak, serta menjaga semangat kebersamaan dan ukhuwah di lingkungan Sekolah Islam Terpadu. JSIT, menurutnya, harus menjadi wasilah dakwah yang dijalankan secara profesional dan penuh keikhlasan.
Ust. Anang juga berharap kepengurusan periode ini mampu memberikan dampak yang lebih luas serta melahirkan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang. Beliau juga menantikan kabar baik rencana pendirian JSIT di Situbondo sebagai bagian dari penguatan peran dan jaringan JSIT di wilayah Bondowoso–Situbondo.
