Pelatihan ini dipandu langsung oleh Pak Riskita, seorang pensiunan militer yang kini aktif membina generasi muda melalui pelatihan PBB dan motivasi kedisiplinan.
Penulis: Zaida Arif, Siswi SMPIT Insan Kamil Sidoarjo
Sidoarjo, JSIT-JATIM.COM — Dalam rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), seluruh siswa kelas X dan XI MAIT Insan Kamil Sidoarjo mengikuti pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar di lapangan sekolah pada Rabu (16/7).
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Pak Riskita, seorang pensiunan militer yang kini aktif membina generasi muda melalui pelatihan PBB dan motivasi kedisiplinan.
Kegiatan dimulai pukul 07.40 WIB dengan pemanasan dan lari keliling lapangan sebagai bentuk persiapan fisik untuk mencegah cedera. Setelah itu, Pak Riskita memimpin langsung pelatihan dengan penuh semangat. Siswa pun segera membentuk barisan secara tertib dan siap menerima instruksi.
Dalam sesi ini, siswa dilatih melakukan gerakan dasar PBB seperti sikap sempurna serta hadap kanan dan kiri secara kompak dan serasi. Menariknya, pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga diselipi pesan-pesan motivasi.
“Setiap usaha yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil. Seberapa besar usaha kita, sebesar itu pula hasil yang akan kita capai,” pesan Pak Riskita kepada para peserta.
Selain latihan baris-berbaris, siswa juga dikenalkan pada tata tertib makan bersama ala militer. Mereka diajarkan sikap tegak sebelum makan, berbagi kepada teman yang tidak membawa bekal, serta makan bersama secara tertib dan efisien.
Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Syamsul Umar, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk membentuk kedisiplinan dan kesiapsiagaan siswa-siswi MAIT Insan Kamil. Harapannya, nilai-nilai yang diajarkan bisa diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Setelah istirahat, pelatihan kembali dilanjutkan dengan materi lanjutan yang menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, serta kecepatan dan ketepatan dalam merespons perintah.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PBB tidak hanya relevan di lingkungan militer, pramuka, atau paskibra, tetapi juga penting untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda di masa depan.
