Rabu, 5 Agustus 2026
  • Login
jsit-jatim
  • Kiprah
    • Profile
    • Program
  • Artikel
  • Profil SIT
  • Download
    • Logo Resmi
    • Foto Resmi Pengurus Pusat
No Result
View All Result
jsit-jatim
No Result
View All Result
Home headline

Mengapa Ibadah Setelah Ramadhan Terasa Berat? Ini Solusinya!

kontributor jsit by kontributor jsit
2025/03/31 | 04:06
in headline, Opini
Reading Time: 3 mins read
1
0
SHARES
101
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

Hati-hati dengan hari pertama pasca ramadhan. Sebuah renungan di malam takbiran

Penulis: Moch. Edris Effendi, S.T., M.PSDM.
(Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur)

Related Posts

Mengukir Makna di Bumi Perkemahan Cibubur

Pelatih dan Pembina SAKO SIT: Menjadi Murobbi di Dalam dan di Luar Perkemahan

180 Peserta Ikuti Bimtek Akreditasi 2026, JSIT Jatim Siapkan Sekolah Lebih Matang

Silaturahim Sekaligus Audiensi Bersama Kadisdik Jatim, JSIT Dorong Kolaborasi Prestasi Siswa

Begitu Ramadhan berakhir, perasaan kita bercampur aduk antara kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan muncul karena kita harus berpisah dengan bulan penuh keistimewaan.

Momen-momen indah seperti iktikaf bersama keluarga di masjid, berbuka puasa yang selalu dinanti, serta shalat tarawih setelah Isya’ mungkin tidak akan kita temui lagi dalam waktu dekat. Lebih dari itu, ada kesedihan yang lebih mendalam—tidak ada jaminan bahwa kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan. Namun, di sisi lain, kita juga diperintahkan untuk berbahagia dalam menyambut Idul Fitri. Hari kemenangan ini dirayakan dengan mengumandangkan takbir sepanjang malam, melaksanakan shalat Id yang penuh khidmat, serta berkumpul bersama keluarga dan seluruh kaum Muslimin.

Alhamdulillah, Idul Fitri tahun ini terasa lebih meriah karena bisa dirayakan secara serempak oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.

Selama 30 hari di bulan Ramadhan, kita telah menjalani pendidikan spiritual yang luar biasa. Banyak kebiasaan baik yang telah kita lakukan secara konsisten, seperti shalat tepat waktu, shalat malam, berpuasa, membaca Al-Qur’an hingga khatam, berinfaq setiap hari, serta lebih ringan tangan dalam membantu sesama. Seharusnya, kebiasaan baik yang telah kita bangun selama sebulan ini dapat menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus selama 21 hari akan tertanam kuat dalam kehidupan seseorang. Jika kita telah menjalankan berbagai aktivitas kebaikan selama 30 hari, maka seharusnya kebiasaan itu bisa berlanjut setelah Ramadhan. Namun, mengapa banyak orang kesulitan mempertahankan amalan baik ini setelah Ramadhan berakhir?

Salah satu masa yang paling rawan dalam menjaga keberlanjutan amal shalih adalah hari-hari pertama pasca Ramadhan. Secara alami, pola hidup kita masih dipengaruhi oleh kebiasaan selama bulan puasa. Kita lebih mudah bangun sebelum subuh karena terbiasa sahur, merasa ada yang kurang jika belum membaca Al-Qur’an, bahkan merasa aneh ketika harus sarapan di pagi hari setelah sebulan berpuasa.

Namun, sayangnya, dorongan untuk melanjutkan kebiasaan baik ini sering kali tidak dibarengi dengan kesungguhan dalam menjalankannya. Kita beralasan terlalu sibuk bersilaturahmi, reuni keluarga, atau kegiatan lain yang akhirnya membuat kita menunda dan bahkan menghentikan kebiasaan baik tersebut.

Jika kita berhenti melakukan amal shalih selama beberapa hari, maka ketika ingin memulainya kembali, tantangannya akan terasa lebih berat. Seolah-olah kita harus memulai dari awal lagi, seakan-akan kebiasaan yang sudah terbentuk selama Ramadhan tidak meninggalkan bekas.

Dalam ilmu fisika, kita mengenal konsep hambatan kinetik yang lebih kecil dibandingkan hambatan statis. Artinya, sesuatu yang sudah bergerak akan lebih mudah terus berjalan dibandingkan sesuatu yang masih diam. Prinsip ini juga berlaku dalam menjaga keberlanjutan amal shalih. Jika kita terus menjalankan kebiasaan baik yang sudah terbentuk selama Ramadhan, maka kita akan lebih mudah mempertahankannya. Sebaliknya, jika kita berhenti sejenak, maka memulai kembali akan terasa lebih sulit.

Allah SWT telah mengingatkan dalam ayat terpanjang dari Surah Al-Muzzammil bahwa Dia Maha Mengetahui kondisi hamba-Nya. Ada yang sedang sakit, ada yang bepergian mencari nafkah, bahkan ada yang berjihad di jalan Allah. Namun, mereka tetap diperintahkan untuk membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat, dan melakukan kebaikan lainnya. Oleh karena itu, kesibukan saat hari raya tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan amal shalih yang telah kita biasakan selama Ramadhan. Tidak benar jika karena tarawih sudah usai, lalu kita juga meninggalkan kebiasaan shalat malam. Lantas, bagaimana agar kita bisa tetap konsisten dalam kebaikan setelah Ramadhan?

Salah satu cara efektif untuk menjaga kebiasaan baik pasca Ramadhan adalah dengan menetapkan target lanjutan. Target ini harus dimulai sejak hari pertama setelah Idul Fitri dengan kesungguhan dalam mewujudkannya. Misalnya, jika kita ingin tetap melaksanakan shalat malam, maka ketika kita diberi kemudahan untuk bangun sebelum subuh, segeralah melaksanakan tahajud. Jika kita ingin tetap membaca Al-Qur’an minimal satu juz per hari, maka sempatkan membaca setengah juz di pagi hari, lalu menyelesaikannya di siang atau malam hari. Jika kita berhasil menjaga amalan ini di hari-hari awal pasca Ramadhan, insyaAllah dampak tarbiyah dari madrasah Ramadhan akan terus membekas dalam kehidupan kita.

Wallahu a’lam bish-shawab.


Tags: artikelEdris Effendipasca ramadan
kontributor jsit

kontributor jsit

RekomendasiBerita

headline

Hitung Mundur LAGA IV Sako Pramuka SIT Jatim 2025: Ratusan Penggalang Bersiap Unjuk Taji di Jember!

by kontributor jsit
16 Oktober 2025
0
242

JSIT-JATIM, Surabaya - Tinggal tujuh hari lagi, ajang bergengsi LAGA IV Sako Pramuka SIT Jawa Timur 2025 siap digelar di...

Read more

TP2Q Jatim Latih Guru Qur’an di Ponpes Putri Raudlatul Jannah Probolinggo

23 Juni 2025
45

Sosialisasi Juknis Final Olimpiade SIT 2025, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Saintis Muslim

23 September 2025
216

JSIT Jatim Gelar Kajian Nuzulul Quran dan Umumkan Pemenang Lomba Murottal

18 Maret 2025
168

Juara Nasional! Hayu Persembahkan Prestasi untuk MAIT Insan Kamil Sidoarjo

24 Februari 2025
103
Next Post

SIT Permata 25 Tahun: Apresiasi Mengalir untuk Para Pendidik, dari Satya Lencana hingga Beasiswa S2

Comments 1

  1. Kak Winarko says:
    1 tahun ago

    Mohon doa nya, ustadz…., semoga saya bisa melanjutkan amalan Ramadhan dan menjadi lebih baik…

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Berita Terkini

Mengukir Makna di Bumi Perkemahan Cibubur

by kontributor jsit
5 Juli 2026
0
67

Refleksi Perjalanan dari MP3N Sako SIT Nasional 2026 Oleh: Sulaikah KurniawatiSekretaris Pinsakoda Sako Pramuka SIT Jawa Timur Perjalanan menuju Bumi...

Read more

Kolaborasi Jadi Kunci, YPI Permata Perkuat Komitmen Seluruh Pendidik

Dari Pelukan Ayah hingga Kebersamaan dengan Ibu, MPLS TKIT Alif Kedungrejo Tinggalkan Cerita Hangat

RS Graha Sehat dan TKIT Permata Kraksaan Edukasi Cegah Stunting dan Obesitas pada Peringatan Hari Anak Nasional

PAUDIT Insan Permata Malang Bangun Kepercayaan Diri Anak Lewat Gerakan Ayah Mengantar Anak

120 Murid Baru Disambut Hangat, SDIT Insan Permata Malang Gelar MPLS Ramah Anti Bullying

Empat Siswa SDIT Nurul Islam Klakah Wakili Lumajang di OSN dan FLS3N Jawa Timur 2026

Load More

Popular Posts

Terbaru! Cara Mendapatkan NRG Setelah Lulus PPG dan Jadwal Penerbitannya

by Anjaya Wibawana
2 Juni 2025
1
12.4k

Inilah Kumpulan Falsafah Pendidikan Gontor yang Menginspirasi Pimpinan SIT se-Jatim

by Anjaya Wibawana
8 Februari 2025
0
8.5k

Tanpa Andalkan SPP, Gontor Sejahterakan Guru Lewat Unit Usaha

by admin
8 Februari 2025
0
4.8k

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Wilayah Jawa Timur, Pusat penggerak dan pemberdayaan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia menuju sekolah efektif dan bermutu

Facebook Youtube Instagram

© 2025 JSIT  Indonesia Wilayah Jawa Timur

  • Dewan Redaksi | Ketentuan Web | Kebijakan Umum
No Result
View All Result
  • Artikel Anggota
  • Berita
  • Cari Anggota
  • Download
  • Grup Anggota Default
  • JSIT Jawa Timur – Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Berita
  • Keislaman
  • Kiprah
  • Kirim Artikel Baru
  • Login
  • Lupa Kata Sandi
  • Pendaftaran
  • Privacy Policy
  • Profil Saya
  • Profile
  • Program
  • Semua Grup
  • Syarat dan Ketentuan Web
  • Anggota

© 2023 jsit-jatim.com | - Media Digital JSIT Membangun Branding & Menebarkan Inspirasi by jsit-jatim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In