SURABAYA — Sebanyak 3.159 peserta mengikuti Islamic Youth Festival (IYF) #2 yang diselenggarakan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur di Asrama Haji Surabaya, 24–25 Oktober 2026. Ajang dua tahunan ini menjadi wadah bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperebutkan kesempatan melaju ke kompetisi tingkat nasional.
Pembukaan IYF #2 pada Sabtu (24/10) dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Mustakim, serta sejumlah mitra, di antaranya Yogi Hidayat dari pimpinan Rumah Zakat Jawa Timur dan M. Sahal Fahmi dari BSI Dhamarwangsa.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Moch. Edris Effendi, ST, M.PSDM, menegaskan bahwa IYF bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara. Ajang ini menjadi ruang pembinaan karakter, penumbuhan semangat berprestasi, dan penguatan persaudaraan antarpelajar.
Menurut Edris, peserta yang hadir merupakan para pemenang seleksi yang telah dilaksanakan sejak September melalui jaringan JSIT daerah. Mereka mewakili sekolah dan daerah masing-masing untuk berkompetisi di tingkat wilayah.
“Yang hadir di sini adalah para pemenang, perwakilan dari sekolah dan daerah. Tampilkan semangat berprestasi, perjuangan, dan usaha terbaik,” pesannya.
Ia menambahkan, pendidikan yang dikembangkan JSIT senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan proses yang baik. Karena itu, prestasi tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari integritas peserta selama berkompetisi.
IYF #2 mempertandingkan 12 cabang lomba yang mencakup bidang akademik, seni, keagamaan, olahraga, dan teknologi. Kompetisi berlangsung di sejumlah lokasi di Surabaya selama dua hari.
Edris berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sportif, serta menghasilkan juara yang siap melanjutkan perjuangan pada final tingkat nasional yang akan diselenggarakan di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pembukaan ditandai dengan penyerahan vandel dan pemukulan gong secara simbolis.







