TRENGGALEK – Memperingati Hari Santri 2026, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata Ummat yang menaungi jenjang TPA, KB, TK, SD, SMP, hingga MA menggelar salat istisqa atau salat memohon hujan. Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 santri, ustadz, dan ustadzah sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus kepedulian terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat istisqa secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak istigfar, serta melakukan introspeksi diri atas berbagai perilaku manusia yang dapat menyebabkan kerusakan di muka bumi.
Dalam khotbahnya, khatib mengingatkan bahwa air merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh makhluk hidup. Keberadaan air sangat penting, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung pertanian, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menunjang berbagai aktivitas manusia.
Khatib juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia. Ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, dan menjaga kelestarian alam.
Selain itu, jamaah diajak memahami bahwa peradaban manusia sejak dahulu tumbuh di sekitar sumber air. Oleh karena itu, menjaga ketersediaan dan kebersihan air merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan.
Dalam khotbah tersebut, khatib juga mengingatkan pentingnya memperbanyak istigfar dan bertobat kepada Allah SWT, sebagaimana pesan dalam Surah Nuh ayat 10–12 tentang ampunan Allah dan turunnya hujan sebagai salah satu bentuk rahmat-Nya.
Usai pelaksanaan salat dan khotbah, seluruh jamaah mengikuti doa bersama. Dengan penuh harap, mereka memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, mengakhiri kekeringan, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat yang terdampak.
Dari Doa Menuju Aksi Nyata Kemanusiaan
Kegiatan peringatan Hari Santri 2026 ini tidak berhenti pada ikhtiar spiritual. Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, acara juga diakhiri dengan penggalangan infak untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dana yang terkumpul direncanakan disalurkan dalam bentuk bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan.
Langkah ini menjadi wujud nyata pendidikan karakter di lingkungan SIT Permata Ummat. Para santri tidak hanya diajak meningkatkan hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah dan doa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial, semangat berbagi, serta kepekaan terhadap kesulitan yang dialami masyarakat.
Melalui kegiatan ini, SIT Permata Ummat berharap peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada seluruh santri.
Sebab, ikhtiar memohon hujan tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui kepedulian dan tindakan nyata untuk meringankan beban sesama.
Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, mencukupi kebutuhan air masyarakat, serta menjadikan setiap langkah kebaikan sebagai amal saleh yang diridai-Nya.







