PASURUAN — Islamic Youth Festival (IYF) JSIT Daerah Pasuruan Raya digelar di SIT Insan Kamil Gempol, Sabtu (26/9/2026). Tidak hanya menjadi ajang bagi peserta didik, festival tersebut juga memberi ruang bagi para guru untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka.
Pada jenjang PAUD, terdapat tiga cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Tahfidz, Pildacil, dan Senam PAUD JSIT. Ketiga cabang tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar tampil di depan orang lain.
Suasana kompetisi terlihat dari antusiasme peserta mengikuti perlombaan. Bagi anak usia dini, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir. Mereka juga belajar membangun keberanian, percaya diri, disiplin, sportivitas, dan menghargai peserta lain.
Semangat berkompetisi juga ditunjukkan para pendidik. Pada kategori guru, IYF menghadirkan lomba Mendongeng dan Nasyid.
Dua guru berhasil meraih juara pertama. Ustazah Sholikha dari TKIT Al Uswah Bangil menjadi Juara 1 Lomba Mendongeng. Sementara Uswara dari SMAIT Al Uswah Bangil meraih Juara 1 Lomba Nasyid.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa ruang pengembangan potensi dalam IYF tidak hanya diberikan kepada siswa. Para guru juga mendapatkan kesempatan untuk berkarya di luar aktivitas pembelajaran di kelas.
Kabid 3 JSIT Daerah Pasuruan Raya Saefuddin Famsah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan IYF yang berlangsung lancar.
“Alhamdulillah, IYF JSIT Daerah Pasuruan Raya dapat terlaksana dengan baik dan penuh semangat. Kami mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, panitia, dan semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kreativitas, sportivitas, dan semangat untuk terus berprestasi dalam bingkai nilai-nilai Islami.”
Pelaksanaan IYF JSIT Daerah Pasuruan Raya sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi keluarga besar sekolah Islam terpadu di wilayah tersebut. Peserta dari jenjang PAUD hingga guru bertemu dalam satu ajang untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas masing-masing.
Selain mengejar prestasi, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian dari proses belajar peserta. Nilai keberanian, kreativitas, sportivitas, dan kebersamaan menjadi bagian yang diharapkan terus tumbuh melalui kegiatan tersebut.







