BOJONEGORO — Sebanyak 50 siswa putra SMPIT Insan Permata Bojonegoro mengikuti kegiatan Backpacker bertajuk “Eksplorasi Kota Malang” pada Jumat–Ahad (16–18/1/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran luar kelas untuk membentuk karakter mandiri dan tangguh.
Peserta terdiri dari siswa kelas 7A, 8A, dan 9A. Mereka berangkat dari sekolah menuju Stasiun Bojonegoro, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Surabaya Gubeng dan diteruskan ke Kota Malang.
Kepala SMPIT Insan Permata Bojonegoro, Siswandi, menjelaskan bahwa kegiatan backpacker bukan sekadar perjalanan wisata. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan menanamkan jiwa keberanian dan kemandirian siswa.
“Kami ingin melatih kepemimpinan, kerja sama tim, ketangguhan mental dan fisik, serta tanggung jawab dan kedisiplinan. Selain itu, siswa juga dibiasakan hidup sederhana dan memiliki sikap qana’ah,” ujarnya.
Selama di Kota Malang, para siswa mengunjungi sejumlah destinasi edukatif dan bersejarah, antara lain Monumen Juang, Kampung Ilmu (Pasar Buku Wilis), Tugu Alun-Alun, Masjid Sabilillah, Masjid Jenderal Ahmad Yani, serta Alun-Alun dan Masjid Agung Kota Malang.
Para siswa juga menginap di masjid selama kegiatan berlangsung. Konsep ini dipilih untuk menanamkan nilai kesederhanaan sekaligus meningkatkan kepekaan sosial dan mempererat ukhuwah di antara peserta.
Usai rangkaian eksplorasi, rombongan kembali ke Bojonegoro melalui rute yang sama, yakni dari Stasiun Malang menuju Surabaya Gubeng, lalu ke Stasiun Bojonegoro.
Sementara itu, Kepala Pesantren, Ustadz Mashudi, dalam sambutannya menekankan dua pesan penting kepada para siswa selama mengikuti kegiatan backpacker.
“Ada dua hal yang harus kalian ingat, yaitu taat dan sabar. Taat kepada pemimpin kalian, dan sabar menghadapi tantangan selama perjalanan,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman perjalanan, tetapi juga pembelajaran hidup yang membekas dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka.
