SDIT Salsabila Kepanjen terus berkomitmen mencetak generasi qurani yang tangguh dan berakhlak mulia
Malang – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Aula Pendopo Bupati Malang pada Sabtu (24/5/2025). Sebanyak 74 siswa SDIT Salsabila Kepanjen mengikuti Uji Publik Al-Qur’an metode Ummi sekaligus prosesi purnawiyata dengan dihadiri sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi dan lembaga.
Acara yang digelar mulai pagi dihadiri oleh jajaran Pengurus Yayasan Al Hikmah Kepanjen, perwakilan UMMI Foundation Malang, Ketua Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Kepanjen beserta dua pengawas SD dan satu pengawas GPAI. Hadir pula perwakilan dari lembaga mitra sekolah, di antaranya Branch Manager Rumah Zakat Malang, Branch Manager BSI Kepanjen, Pengurus LVRI Ranting Kepanjen, serta Lurah Ardirejo.
Kegiatan uji publik berlangsung dengan penuh ketegangan dan antusiasme. Dipandu langsung oleh Ustaz M. Hafizh, Lc—selaku Ketua Ummi Daerah Malang—para peserta diuji secara acak berdasarkan nomor dada yang mereka kenakan. Hadirin, termasuk para undangan dan orangtua siswa, diberikan kesempatan untuk menguji kemampuan para peserta dalam beberapa materi Al-Qur’an, antara lain: tartil (bacaan), tahfidz (hafalan), turjuman (terjemah), ghorib (bacaan langka), dan KBQ (kaidah bacaan Qur’an).

Riuh tepuk tangan dan seruan “Masyaa Allah” bergemuruh saat satu per satu peserta mampu menjawab dengan percaya diri dan fasih. Penampilan para siswa tidak hanya mengundang decak kagum, tetapi juga menciptakan momen emosional yang menyentuh hati.
“Uji publik ini kami gelar sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada lembaga dan orangtua atas proses pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Salsabila Kepanjen. Ini juga menjadi media syiar untuk memperkenalkan metode Ummi kepada masyarakat luas,” terang Ust. M. Hafizh dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Kepanjen, Bpk. Firdaus, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya. “Dengan pembelajaran Al-Qur’an seperti ini, kami berharap SDIT Salsabila semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan unggulan untuk menitipkan putra-putrinya.”
Acara ditutup tepat pukul 11.30 WIB dengan prosesi sungkeman para siswa kepada orangtua, disusul dengan bersalaman kepada para ustaz dan ustazah sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih atas bimbingan selama ini.
Momen puncak ini menjadi penanda keberhasilan para siswa dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan metode Ummi dalam mencetak generasi qurani yang tangguh dan berakhlak mulia.
