Penulis: Veri Budi Setiawan
Sidoarjo — SMPIT Insan Kamil Sidoarjo mendapat kunjungan tim penilai dalam rangka Visitasi Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/8/2025) ini bertujuan untuk menilai kesiapan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan berbudaya lingkungan sesuai kriteria program Adiwiyata.
Tim penilai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo disambut hangat oleh Ketua Yayasan, kepala sekolah, jajaran guru, staf, serta perwakilan siswa. Kegiatan diawali dengan sambutan Ustadzah Jujuk Rusidana, Ketua Yayasan Pendidikan Insan Kamil Sidoarjo, yang memaparkan berbagai program dan visi sekolah dalam mengembangkan kepedulian serta partisipasi warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan. Ia juga menegaskan komitmen penuh SMPIT Insan Kamil menuju sekolah adiwiyata.
Selama proses visitasi, tim penilai meninjau sarana dan prasarana pendukung, seperti pengelolaan sampah, kebun sekolah, area penghijauan, hingga ruang kelas ramah lingkungan. Tim Adiwiyata SMPIT Insan Kamil juga menyiapkan bukti dokumen yang menampilkan foto-foto siswa beserta hasil karya kreatif bertema pelestarian alam, seperti daur ulang sampah, budidaya hidroponik, dan kampanye hemat energi.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan evaluasi. Imronsyah, Ketua Tim Penilai, mengapresiasi upaya SMPIT Insan Kamil. “Saya melihat sekolah ini sudah mampu menciptakan lingkungan belajar yang asri, sehat, dan inspiratif. Harapannya, SMPIT Insan Kamil dapat terus meningkatkan program keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Fathan Rizky, Ketua OSIS SMPIT Insan Kamil, menambahkan bahwa program ini sudah berjalan baik. “Kami sudah menjalankan pemilahan sampah, membawa tumbler/lunch box, polisi kebersihan, giat Jumat bersih, dan berbagai kegiatan yang terintegrasi dengan program adiwiyata. Semua siswa berusaha menjaga lingkungan sekolah maupun di luar,” katanya.
Dengan adanya visitasi ini, SMPIT Insan Kamil Sidoarjo berharap dapat meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten, kemudian melangkah ke tingkat provinsi, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan.
