Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata menggelar kegiatan rihlah ke Yogyakarta pada Sabtu–Ahad, 14–15 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Manajemen Yayasan, guru, dan karyawan SIT Permata dari unit TK, SD, hingga SMP. Perjalanan wisata ini dipandu oleh Sahabat TourTravel sebagai bentuk apresiasi dan rekreasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini telah berdedikasi dalam dunia pendidikan.
Rombongan berangkat dari Surabaya pukul 07.00 WIB dengan armada bus, dengan titik kumpul di gerbang Jalan Cacat Veteran. Sejak awal keberangkatan, suasana penuh kegembiraan. Sepanjang perjalanan, para guru dan karyawan menikmati momen kebersamaan dengan karaoke bersama. Tak sedikit yang menunjukkan bakat terpendam dengan suara merdu yang menghibur seluruh peserta.
Destinasi pertama adalah Obelix Hills. Pemandangan elok dari ketinggian perbukitan seolah menukar rasa lelah setelah perjalanan panjang. Hamparan langit dan lanskap Yogyakarta yang indah menjadi latar sempurna untuk mengabadikan momen kebersamaan. Di lokasi ini, para peserta juga mendapatkan tantangan kreatif untuk membuat konten menyambut Ramadan, yang semakin menambah semarak suasana rihlah.
Setelah menikmati keindahan alam, rombongan menuju rumah makan untuk makan malam. Dalam makan malam ini Ketua Yayasan Pendidikan Islam Permata, Lutfiatul Ma’rifah, S. Pd menyatakan dalam sambutannya bahwa rihlah ini semoga semakin mengeratkan ukhuwah diantara oara guru dan karyawan SIT Permata. “Dan sepertinya kita harus nge-tag pemerintah Yogjakarta karena kita bawa nama Yogja dalam tema rihlah kita kali ini yaitu Jogja memikat, ukhuwah melekat.” Tuturnya sambil bercanda. Usai makan malam seluruh peserta menuju penginapan di deLaxton Hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda hari berikutnya.
Hari kedua diawali dengan kunjungan ke Pantai Slili. Debur ombak dan suasana pantai yang menenangkan menjadi penyegar semangat. Di pantai ini, setiap unit—TK, SD, SMP, dan unit karyawan—ditantang untuk membuat yel-yel motivasi sesuai karakter masing-masing. Gelak tawa dan semangat kebersamaan begitu terasa, mempererat ukhuwah antarunit.
Destinasi terakhir adalah Goa Pindul. Perjalanan menuju lokasi cukup memacu adrenalin karena medan yang sempit dan tidak memungkinkan bus melintas. Para peserta pun melanjutkan perjalanan dengan kendaraan pick up menuju titik awal penyusuran goa. Untuk menyusuri goa melalui aliran sungai, peserta dibekali rompi pelampung dan ban sebagai pengaman. Sensasi menyusuri sungai di dalam goa menjadi pengalaman tak terlupakan yang sarat keseruan dan kebersamaan.
Setelah puas bermain air dan menikmati keindahan alam, seluruh peserta membersihkan diri dan bersiap kembali ke Surabaya.
Rihlah ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, menyegarkan semangat, serta menumbuhkan energi positif dalam menyambut Ramadan dan melanjutkan amanah pendidikan dengan lebih optimal.
Penulis: Indra Maya, S. Pd
