KEDIRI – SDIT Nurul Islam menyelenggarakan kegiatan Penelitian dan Presentasi (PENTAS) bagi siswa kelas 6 Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu, 13–14 Januari 2026.
PENTAS merupakan tugas akhir bagi siswa kelas 6 sebagai pengganti Ujian Nasional yang sudah tidak diberlakukan sejak tujuh tahun terakhir. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, meneliti, serta menyampaikan gagasan secara runtut dan percaya diri.
Dalam pelaksanaannya, siswa-siswi kelas 6 diminta meneliti berbagai hal yang ada di sekitar mereka. Objek penelitian beragam, mulai dari hewan, tumbuhan, alat teknologi, hingga fenomena sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah melalui proses penelitian selama kurang lebih tiga bulan sesuai tema yang dipilih, siswa kemudian mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan para motivator dan penilai. Presentasi ini menjadi tahap akhir sekaligus penilaian dari keseluruhan proses penelitian yang telah dilakukan.
Menariknya, SDIT Nurul Islam juga menyediakan satu ruang khusus bagi siswa yang mempresentasikan hasil penelitiannya menggunakan bahasa Inggris. Dalam kegiatan ini, sekolah bekerja sama dengan lembaga kursus bahasa Inggris, Language Center.
Dari total 45 siswa kelas 6, sekitar 10 siswa berkesempatan mempresentasikan penelitian mereka dalam bahasa Inggris. Mereka dibimbing langsung oleh tutor-tutor andalan dari Language Center agar mampu menyampaikan materi dengan baik dan percaya diri.
Adapun motivator dan penilai dalam kegiatan PENTAS ini berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Di antaranya perwakilan Yayasan Nurul Islam Pare Kediri, Ratna Kumala, S.Pd., Kepala SMPIT Nurul Izzah Gurah Kediri Susi Ratnaningsih, S.Pd., Kepala SMPN 3 Wates Kediri Widyanti Nugraheni, S.Pd., M.Pd., serta salah satu tutor terbaik dari Language Center, Mr. Lubis.
Melalui kegiatan PENTAS, SDIT Nurul Islam berkomitmen membekali siswa tidak hanya dalam bidang pengetahuan agama dan akademik, tetapi juga keterampilan bersosialisasi, komunikasi, dan keberanian tampil di depan umum. Diharapkan, bekal tersebut mampu membantu siswa bersaing secara positif saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
