Magetan – SDIT Al Uswah Magetan melaksanakan rangkaian kegiatan peringatan G30S/PKI pada Senin–Selasa, 29–30 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru sebagai upaya mengenang jasa para pahlawan revolusi sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme serta cinta tanah air.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama pada Senin, 29 September 2025. Seluruh siswa dengan khusyuk memanjatkan doa untuk arwah para pahlawan revolusi yang gugur akibat kekejaman PKI. Doa bersama ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk senantiasa bersyukur dan menjaga persatuan bangsa.
Hari ini, Selasa 30 September 2025, kegiatan dilanjutkan dengan apel peringatan di lapangan sekolah. Pukul 07.15 WIB, dilakukan pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana haru semakin terasa ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Gugur Bunga yang dipandu oleh Ustadzah Hekmah dan Ustadzah Endang.
Setelah itu, siswa diperkenalkan dengan sosok para pahlawan revolusi melalui tampilan poster yang dibawa perwakilan siswa. Ustadzah Windha memandu sesi ini dengan diiringi instrumen lagu Gugur Bunga.

Momen reflektif semakin kuat saat para guru membawakan puisi perjuangan dengan penuh penghayatan, yaitu:
- Lubang Kekejaman karya Khairia Nurlita, dibawakan oleh Ustadzah Yeni Fadilah, S.Pd.
- Mata Luka Sengkok Karta ciptaan Peri Sandi, dibawakan oleh Ustadz Lintang Dwi Ugroseno, S.Pd.
- Senandung di Lubang Buaya ciptaan Taufiq Ismail, dibawakan oleh Ustadzah Erikha Masya Nur Fadilah.
Usai kegiatan di lapangan, siswa kembali ke kelas untuk mendapatkan materi sejarah G30S/PKI serta penilaian SKL. Pada sesi penutup, seluruh siswa kembali menyanyikan lagu Gugur Bunga sebagai simbol penghormatan terakhir kepada para pahlawan.

Salah satu guru berujar menanggapi suasana pagi ini, “Mendung pagi ini seakan menyapa beliau-beliau yang telah berjuang demi negara ini. Teriring doa yang kami langitkan untuk para penegak negara ini yang telah gugur,” ungkap Ustadzah Meilia Rizki Kusumaningrum, S.Pd.
Dengan terlaksananya rangkaian doa bersama dan apel peringatan ini, siswa tidak hanya belajar sejarah dari buku, tetapi juga merasakan langsung suasana reflektif dalam mengenang pengorbanan para pahlawan bangsa.
