Tulungagung — Semangat Syawal menjadi momentum penting bagi para pejuang pendidikan di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Tulungagung.
Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung pada Sabtu (11/04/2026), ratusan penggerak pendidikan berkumpul dalam agenda Halal Bihalal dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda).
Acara dibuka secara khidmat oleh Ketua JSIT Indonesia Daerah Tulungagung, Desi Dwi Artanti, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Idulfitri bukan sekadar seremoni saling memaafkan.
“Momentum Syawal harus menjadi titik tolak peningkatan spiritualitas. Setelah sebulan ditempa, kualitas ibadah dan etos kerja guru SIT harus menunjukkan peningkatan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Dr. Imron Muzakki, M.Psi dari Pengurus JSIT Indonesia Pusat Bidang 4 sebagai pemberi taujih. Ia menyampaikan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai murabbi yang membutuhkan asupan ruhiyah secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa Bina Pribadi Islami (BPI) pekanan menjadi “bahan bakar” utama bagi guru dalam menjaga stamina iman dan mentalitas dalam mendidik.

Selain itu, ia juga mengangkat filosofi “Kupat” dalam tradisi Jawa yang dikaitkan dengan profesionalisme guru. Konsep tersebut dijelaskan melalui makna “ngaku lepat” sebagai bentuk evaluasi diri, serta “laku papat” yang mencakup empat amaliah utama.
Empat amaliah tersebut meliputi lebaran yang bermakna tuntas dalam menjalankan tugas, leburan sebagai simbol meleburkan perbedaan dan memperkuat kebersamaan, luberan yang menggambarkan keluasan ilmu untuk ditularkan kepada siswa, serta laburan sebagai upaya mewarnai karakter peserta didik dengan nilai-nilai kebaikan.
Setelah sesi penguatan spiritual, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang menjadi forum strategis dalam menyusun dan mensosialisasikan program kerja JSIT Indonesia Daerah Tulungagung untuk satu tahun ke depan.
Melalui konsolidasi ini, diharapkan jejaring antar Sekolah Islam Terpadu di Tulungagung semakin kuat, program-program yang dijalankan selaras dengan standar mutu pusat, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di daerah.
