Pagi itu, SDIT Permata Surabaya tak hanya dipenuhi gelak tawa anak-anak, tetapi juga semangat belajar yang terasa hidup di setiap sudut sekolah. Siswa dan guru tampil serasi mengenakan busana bernuansa merah—simbol keberanian, keceriaan, dan energi positif—menyambut gelaran Gebyar Karya, sebuah perayaan belajar yang menjadi puncak dari rangkaian kegiatan class meeting, business day, dan pameran karya ko-kurikuler.
Kegiatan yang mengusung tema “Berkompetisi, Berwirausaha, dan Berkarya” ini dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 di lingkungan SDIT Permata Surabaya, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6. Gebyar Karya bukan sekadar acara seremonial, melainkan ruang nyata bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan karakter unggul yang mereka bangun setiap hari di sekolah.
Tepat pukul 08.00 WIB, acara dimulai dengan sapaan hangat dari duo MC cilik yang penuh percaya diri, Keysha dan Inara dari kelas 6. Dengan tutur kata yang lugas dan ceria, keduanya mengajak seluruh hadirin menikmati rangkaian acara. Suasana semakin khidmat saat ekskul hadroh membuka kegiatan dengan lantunan shalawat yang menenangkan jiwa.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SDIT Permata Surabaya, Ustazah Amilud Dinul Qoyyimah, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan bangga atas karya-karya luar biasa yang dihasilkan para siswa melalui proses belajar yang bermakna. Nuansa religius semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Laura, yang melantunkannya dengan tartil dan penuh penghayatan.
Inti dari Gebyar Karya adalah pameran, demonstrasi, dan presentasi karya siswa. Setiap jenjang menampilkan hasil belajar yang tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dan ramah lingkungan—sebuah bukti bahwa pembelajaran di SDIT Permata Surabaya mendorong anak untuk berpikir kritis sekaligus peduli terhadap sekitarnya.
Mulai dari siswa kelas bawah hingga kelas atas, seluruh karya ditampilkan dengan penuh kebanggaan. Kelas 1 menghadirkan produk daur ulang dari botol bekas yang disulap menjadi pot bunga warna-warni yang lucu, melatih kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan sejak dini. Kelas 2 mempresentasikan kincir angin dari kertas sebagai bentuk pengenalan teknologi sederhana. Kelas 3 tak kalah menarik dengan karya kipas angin dari botol bekas yang menunjukkan pemahaman awal tentang energi dan gerak.
Sementara itu, siswa kelas atas menunjukkan karya yang semakin kompleks. Kelas 4 mempresentasikan solar fan sebagai solusi energi alternatif, kelas 5 memperkenalkan alat penjernih air, dan kelas 6 memukau hadirin dengan kincir air dan mobil dari tenaga air yang memanfaatkan sampah botol plastik. Seluruh presentasi disampaikan dengan percaya diri, mencerminkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang terus diasah di SDIT Permata Surabaya.
Keseruan semakin bertambah dengan demonstrasi ekskul karate yang memukau. Gerakan yang tegas dan terkoordinasi menjadi bukti pembinaan karakter disiplin, keberanian, dan sportivitas pada diri siswa.
Saat waktu istirahat tiba, halaman sekolah berubah menjadi pasar edukatif yang meriah. Stand-stand business day dipenuhi aneka produk makanan dan minuman hasil kreasi siswa, seperti sushi, bakpau, dimsum mentai, cireng kuah keju, kebab, jelly pudding, es taro, es jelly, dan masih banyak lagi. Anak-anak belajar langsung tentang kewirausahaan—mulai dari melayani pembeli hingga mengelola hasil penjualan—dengan penuh antusias dan kegembiraan.
Menjelang akhir acara, suasana dibuat hangat dan menyentuh melalui penampilan ekskul vokal yang membawakan Jingle Permata dan lagu Laskar Pelangi dengan sangat menawan. Lagu-lagu tersebut seolah merangkum semangat sekolah dalam menumbuhkan mimpi dan harapan besar pada setiap anak.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh warga sekolah melaksanakan kerja bakti bersama membersihkan lingkungan sekolah dan sampah sisa kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan refleksi dan doa, menanamkan nilai tanggung jawab dan rasa syukur dalam setiap pengalaman belajar.
Salah satu guru, Ustazah Nufiyah, menyampaikan kesan positifnya, “Alhamdulillah acaranya seru dan anak-anak sangat antusias. Pada kegiatan business day, baik penjual maupun pembeli sama-sama antusias. Untuk pameran karya, hasilnya sangat luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini bisa istiqomah dilaksanakan setiap akhir semester.”
Melalui Gebyar Karya, SDIT Permata Surabaya menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, jiwa wirausaha, serta kepedulian lingkungan. Inilah ruang belajar yang menyenangkan, bermakna, dan membekas—tempat anak-anak tumbuh menjadi pribadi beriman, mandiri, dan siap menghadapi masa depan, agar terwujud generasi Islam yang unggul, berkarakter dan berbudaya lingkungan hidup.
Penulis: Rani Fitria Putri, S.Pd
