Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal siswa SDIT Al Ibrah yang berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga momentum refleksi untuk meneguhkan kembali nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, Kepala Sekolah, Ustadz Janan, S.Pd., membuka sesi motivasinya melalui pertanyaan sederhana yang langsung mengundang antusiasme siswa.
“Siapa yang kemarin hari raya memakai baju baru? Siapa yang mendapat uang banyak? Siapa yang sempat berlibur ke tempat wisata?” tanyanya di hadapan para siswa.
Pertanyaan tersebut disambut dengan penuh semangat. Namun, di balik suasana ceria itu, tersimpan pesan mendalam yang kemudian beliau sampaikan. Ustadz Janan mengingatkan bahwa tidak semua siswa memiliki pengalaman yang sama saat hari raya, dan hal itu bukanlah sesuatu yang perlu disedihkan.
Ia menegaskan bahwa siswa yang tidak mengenakan baju baru, tidak memperoleh uang hari raya dalam jumlah banyak, atau tidak berkesempatan berlibur, tidak perlu merasa rendah diri ataupun berkecil hati. Sebab, esensi Idul Fitri tidak terletak pada aspek material maupun kesenangan sesaat.
Dalam penyampaiannya, beliau mengutip sebuah pepatah Arab yang mengandung makna mendalam:
“Bukanlah Idul Fitri itu bagi yang mengenakan pakaian baru, namun Idul Fitri adalah bagi mereka yang ketakwaannya bertambah.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kemenangan sejati setelah Ramadhan adalah meningkatnya kualitas keimanan dan ketakwaan. Nilai inilah yang seharusnya menjadi fokus utama setiap muslim, termasuk para siswa.
Lebih lanjut, Ustadz Janan juga menekankan pentingnya mempererat hubungan kekeluargaan. Ia mengingatkan bahwa meskipun tidak berlibur ke tempat wisata, momen berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga serta kerabat justru memiliki nilai yang jauh lebih bermakna.
Setelah sesi motivasi, kegiatan dilanjutkan dengan bersalam-salaman antara siswa dan guru sebagai simbol saling memaafkan. Suasana haru dan kehangatan begitu terasa ketika seluruh warga sekolah berjabat tangan dengan penuh ketulusan.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di kelas masing-masing. Setiap jenjang mengikuti agenda yang telah dirancang, mulai dari dzikir pagi, refleksi Ramadhan bertema “My Hope and Commitment”, hingga penyampaian materi tentang adab bertamu dan menerima tamu. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga membentuk karakter sosial siswa.
Sebagai penutup, siswa mengikuti praktik bertamu antar kelas, dilanjutkan dengan muroja’ah, makan siang bersama, serta pelaksanaan sholat Dhuhur berjamaah. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam mengamalkan nilai-nilai Ramadhan.
Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, SDIT Al Ibrah menegaskan komitmennya dalam menjadikan setiap momen sebagai sarana pendidikan karakter. Tidak sekadar tradisi seremonial, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadhan harus terus dijaga dan diistiqomahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan doa pulang, meninggalkan kesan mendalam bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
