MALANG – SDIT Robbani Singosari kembali menggelar Wisuda Angkatan ke-4 Metode Belajar Al-Qur’an Ilman wa Ruuhan (IWR) Tahun 2026 pada Ahad, 24 Mei 2026 di Hall Ummi Kultsum IIBS Al Mahiira Malang.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 162 siswa yang terdiri dari 90 peserta kategori tilawah dan 72 peserta tahfidz Al-Qur’an. Suasana haru dan penuh kebanggaan tampak menyelimuti prosesi wisuda yang dihadiri para orang tua, guru, serta tamu undangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas SD Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari Suhartatik, S.Pd., M.Pd., Pengawas PAI M. Khoirul Huda, M.Pd., serta Ketua Yayasan Husnir Robbani Prayitno, A.Ks., M.H.
Kepala SDIT Robbani, Wahyu Werdiningsih, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran Al-Qur’an merupakan bagian dari kurikulum kekhasan Sekolah Islam Terpadu (SIT) sesuai standar mutu JSIT Indonesia.
Menurutnya, metode Ilman wa Ruuhan memadukan kemampuan tilawah, hafalan, dan pembentukan adab sebagai sarana membangun karakter keislaman siswa sejak dini.
“Metode belajar Al-Qur’an Ilman wa Ruuhan tidak hanya menekankan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga membangun adab dan karakter Islami yang kuat pada diri siswa,” ujarnya.
Dalam prosesi wisuda tersebut juga dilaksanakan uji publik hafalan dan tilawah yang dipandu oleh Ustadz Lukman Hakim, S.Pd. Para siswa diminta menunjukkan kemampuan membaca dan hafalan Al-Qur’an di hadapan para tamu undangan dan wali murid.
SDIT Robbani menetapkan standar ketuntasan hafalan Al-Qur’an bagi lulusan minimal dua juz, yakni juz 29 dan juz 30. Bahkan, salah satu siswa kelas 6 berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan capaian hafalan hingga lima juz Al-Qur’an.
Pengawas SD Dinas Pendidikan Kecamatan Singosari, Suhartatik, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi komitmen SDIT Robbani dalam membangun pendidikan berbasis Al-Qur’an.
“Pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu sarana membangun kecerdasan spiritual sebagai bagian penting dalam proses pendidikan guna mewujudkan generasi yang beriman dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Husnir Robbani, Prayitno, A.Ks., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari sinergi antara sekolah dan orang tua.
“Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kolaborasi guru dan orang tua dalam mendampingi anak, baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Acara wisuda ditutup dengan doa bersama dan pemberian apresiasi kepada para wisudawan. Pihak sekolah berharap capaian tersebut menjadi bekal berharga bagi siswa untuk terus menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat dan sukses kepada para wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan bekal terbaik untuk masa depan,” pungkas Wahyu Werdiningsih.
