SIDOARJO – SMPIT Insan Kamil Sidoarjo kembali menggelar program Sister School ke Malaysia pada 3–7 Mei 2026. Kegiatan tahunan yang diikuti siswa kelas 8 ini menjadi bagian dari pembelajaran internasional untuk memperluas wawasan global para siswa.
Selama lima hari, para siswa mengunjungi dua sekolah di Malaysia, yakni Sekolah Tahfidz Asyaidiyah dan Sekolah Menengah Agama Kuala Klawang, Negeri Sembilan. Di sana, siswa SMPIT Insan Kamil mengikuti proses pembelajaran bersama siswa setempat dan belajar langsung di dalam kelas bersama guru-guru Malaysia.
Tak hanya belajar, para siswa juga aktif berinteraksi dan bertukar pengalaman dengan pelajar Malaysia. Kegiatan ini dinilai mampu melatih kemampuan komunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antar pelajar lintas negara.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat rombongan berkunjung ke Sekolah Menengah Agama Kuala Klawang. Kedatangan siswa SMPIT Insan Kamil disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, siswa, hingga pimpinan dinas pendidikan setempat.
Tak berhenti di situ, rombongan juga diajak mengunjungi Museum Adat Kuala Klawang dan mendapatkan sambutan langsung dari Raja Negeri Sembilan, YTM Dato’ Undang Luak Jelebu, Dato’ Mendika Menteri Akhirulzaman Dato’ H. Maarof bin H. Mat Rashad.
Momen tersebut menjadi pengalaman istimewa sekaligus pembelajaran berharga bagi siswa maupun para pendamping.
Kepala SMPIT Insan Kamil Sidoarjo, Fathur Rohman, mengatakan bahwa program Sister School memiliki tujuan utama untuk menanamkan pola pikir global kepada para siswa.
“Pelajar muslim harus memiliki visi jauh ke depan. Mereka harus punya mimpi melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, termasuk hingga ke luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana agar siswa mampu menjadi warga global yang dapat berinteraksi dengan masyarakat internasional.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk jaringan dan komunitas antara pelajar Indonesia dan luar negeri,” tambahnya.
Selain mengikuti pembelajaran di sekolah, siswa juga diajak melakukan experience learning dengan mengunjungi sejumlah tempat penting di Malaysia. Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Masjid Besi, Masjid Putrajaya, Dataran Merdeka, Masjid Sri Sendayan, Masjid Jamek As Syakirin di kawasan KLCC, Museum Negara Malaysia, Museum Adat Kuala Klawang, hingga Petrosains di Gedung Kembar Petronas.
Pengalaman semakin lengkap ketika para siswa diajak melakukan backpacker menggunakan transportasi umum seperti kereta LRT dan MRT di Malaysia.
Albar, salah satu siswa peserta Sister School, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
“Senang bisa belajar langsung di sekolah-sekolah di Malaysia. Saat di Museum Kuala Klawang juga seru karena membuat replika kapal motor. Apalagi waktu backpacker naik LRT dan MRT, itu pengalaman baru dan sangat menantang,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi inspirasi untuk terus belajar dan berani memiliki mimpi besar di masa depan.
Melalui program Sister School ini, SMPIT Insan Kamil Sidoarjo berharap para siswa semakin termotivasi untuk memiliki wawasan internasional, mampu beradaptasi di lingkungan global, serta tumbuh menjadi generasi muslim yang siap menghadapi tantangan dunia masa depan.
