Kabupaten Malang — Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di SD IT Salsabila Kepanjen. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala sekolah, perwakilan guru, serta operator sekolah Islam terpadu se-Kabupaten Malang.

Mengangkat tema “Kolaborasi dan Inovasi Menuju Penguatan Mutu Sekolah Islam Terpadu”, Mukerda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar sekolah sekaligus membangun kesiapan bersama dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua JSIT Daerah Kabupaten Malang, Dika Novia, A.Md., yang menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Sekolah Islam Terpadu harus mampu menjadi etalase pendidikan yang bermutu, yaitu lembaga pendidikan yang menghadirkan layanan terbaik dalam pembelajaran, pembinaan karakter, serta tata kelola sekolah yang profesional. Menurut beliau, untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah Islam terpadu harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Sekolah Islam Terpadu harus mampu berinovasi dalam sistem pembelajaran, tata kelola, dan pelayanan pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman,” ungkap beliau.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus JSIT Daerah Kabupaten Malang, sebagai langkah awal dalam memperkuat organisasi untuk menjalankan program-program strategis yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk dalam pengembangan transformasi digital di lingkungan sekolah.
Pada sesi pemaparan rencana kerja, peserta terlibat aktif dalam diskusi yang hangat dan produktif. Berbagai program penguatan mutu dibahas bersama, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kolaborasi antar sekolah, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana peningkatan efektivitas pembelajaran dan manajemen sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan komitmen kuat seluruh elemen sekolah Islam terpadu untuk terus bergerak maju dan menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sebagai penutup, Ketua Dewan Pengawas JSIT Daerah Kabupaten Malang, Hasyim Asyari, S.Pd., memberikan penguatan kepada seluruh peserta agar semangat kolaborasi terus dijaga dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan. Beliau menegaskan bahwa Sekolah Islam Terpadu harus menjadi pencetak generasi pelopor kebaikan, yaitu generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, akhlak mulia, serta mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat.
Melalui Mukerda ini, JSIT Kabupaten Malang menunjukkan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pendidikan Islam terpadu yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan menjadi pelopor kebaikan di masa depan.
