Trenggalek — Pagi yang cerah pada 11 April 2026, suasana di halaman SDIT Mutiara Ummat terlihat sangat meriah. Di bawah tenda yang telah didirikan dua hari sebelumnya, tampak anak-anak dan guru mengenakan pakaian serba putih. Para siswa laki-laki mengenakan sarung dan kopiah hitam, sedangkan siswa perempuan mengenakan jilbab lengkap dengan kaus kaki.
Di tengah panggung, layar videotron menampilkan tulisan besar bertajuk “Halal Bihalal, Khotmul Qur’an dan Imtihan Al-Qur’an Metode UMMI dan Tahfidz Juz 25 sampai Juz 30”.
Pelaksanaan Khotmul Qur’an dan imtihan tahun ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Selain dilaksanakan pada bulan Syawal, kegiatan ini juga dirangkai dengan halal bihalal sehingga memberikan kesan yang lebih bermakna dan mendalam.
Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 10 santri PAUD dan 35 santri SD. Mereka terbagi dalam kategori Hubbul Qur’an untuk santri PAUD yang telah menyelesaikan jilid 4 metode UMMI, serta kategori Fashohah Tartil bagi santri yang telah khatam Al-Qur’an dan menghafal juz 25 hingga juz 30.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Durenan, Korwilcam, Kapolsek, Pengawas Guru PAI Kecamatan Durenan, pengurus Yayasan Mutiara Ummat Durenan, komite sekolah, serta wali santri dari jenjang PAUD dan SD.
Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Mutiara Ummat Durenan berkomitmen untuk terus mengawal peserta didiknya agar memiliki kualitas yang baik dalam penguasaan Al-Qur’an, meliputi fashohah, tartil, gharib, tajwid, dan tahfidz.
Dalam pelaksanaannya, sekolah bekerja sama dengan Ummi Foundation sebagai mitra pembelajaran Al-Qur’an serta Lembaga Manajemen Infaq (LMI) sebagai pendukung kegiatan.
Camat Durenan, Zuhdan, STP, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai Khotmul Qur’an dan imtihan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, baik dari segi kualitas maupun jumlah peserta.
Hal senada juga disampaikan Edy Musthofa, S.Pd selaku perwakilan Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Durenan. Ia bahkan berpesan kepada para wali murid agar melanjutkan pendidikan putra-putrinya ke SDIT Mutiara Ummat agar kualitas bacaan dan penguasaan Al-Qur’an tetap terjaga.
Ceramah halal bihalal disampaikan oleh Nyai Emmi Malichatur Rosyidah dari Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ketakwaan pasca-Ramadhan melalui tiga hal, yakni gemar berinfak dalam kondisi lapang maupun sempit, menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar membawa keberkahan bagi lembaga, guru, peserta didik, serta orang tua. Melalui langkah ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membentuk generasi Qur’ani yang berwawasan global, sebagaimana motto Ummi, “Membangun Generasi Qur’ani untuk Negeri.”
Penulis: Lissunanil Imroati
