GRESIK – SDIT Al Ibrah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui penyelenggaraan Talkshow Parenting Ramadan pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 SDIT Al Ibrah tersebut menghadirkan suasana diskusi yang hangat sekaligus reflektif bagi para orang tua dalam menghadapi tantangan pendidikan anak di era digital.
Talkshow bertema “Menyiapkan Buah Hati Berwawasan Global, Berkarakter Islami” ini diikuti oleh wali murid bersama siswa kelas V dan VI. Tercatat sebanyak 58 peserta hadir, terdiri dari 33 siswa kelas V dan 25 siswa kelas VI beserta orang tua mereka.
Acara yang dikoordinasikan oleh Wakil Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadzah Noor Sholikhah, S.TP., diawali dengan pembukaan serta Tilawah dan Sari Tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh Annisa, Zahra B (kelas 5C), dan Anggrek (kelas 4A). Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SDIT Al Ibrah, paparan singkat dari Kepala SMPIT Al Ibrah, serta sesi talkshow utama bersama Mr. Ario Muhammad, Ph.D., Founder Edufic dan Mainnalar.
Dalam pemaparannya, Ario Muhammad mengajak para orang tua untuk menyadari perubahan pola tumbuh kembang anak di era teknologi. Menurutnya, anak-anak masa kini mengalami pergeseran pengalaman masa kecil dari yang dahulu berbasis permainan dan interaksi nyata menjadi lebih banyak berinteraksi melalui perangkat digital.
“Jika dulu anak-anak tumbuh dalam play-based childhood, sekarang banyak yang berada dalam phone-based childhood. Orang tua perlu menghadirkan kembali keseimbangan agar perkembangan sosial dan emosional anak tetap sehat,” ungkapnya.

Ario juga menjelaskan bahwa kesuksesan anak dalam jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh lima fondasi penting kehidupan, yaitu identity, attachment, purpose, self-regulation, serta values and character. Menurutnya, anak pada dasarnya lahir dengan kemampuan pengendalian diri yang belum matang, sehingga mereka membutuhkan proses pendampingan atau co-regulation dari orang tua dan guru agar mampu membangun self-regulation yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, para orang tua juga diingatkan untuk lebih bijak dalam memperkenalkan teknologi kepada anak. Ia menyarankan agar waktu hiburan digital dibatasi maksimal dua jam per hari, menghindari screen time bagi anak di bawah dua tahun, serta menunda pemberian telepon genggam pribadi hingga usia yang lebih matang.
Kegiatan semakin menarik ketika DeLiang Al Farabi, penulis muda yang telah menghasilkan puluhan buku berbahasa Inggris, berbagi pengalaman tentang dunia literasi. Dalam sesi yang disampaikan sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris tersebut, DeLiang mengajak peserta untuk menumbuhkan budaya menulis sejak dini.
Ia menjelaskan bahwa ide menulis dapat lahir dari berbagai hal sederhana, mulai dari imajinasi, renungan, hingga pengalaman sehari-hari. Salah satu cara efektif untuk melatih kemampuan menulis, menurutnya, adalah dengan membiasakan anak menulis catatan harian atau diary secara rutin.
Sementara itu, Kepala SDIT Al Ibrah, Ustadz Janan, S.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada peran sekolah, tetapi juga pada keterlibatan aktif keluarga.
“Sekolah dapat menyediakan lingkungan belajar yang baik, tetapi rumah tetap menjadi madrasah pertama bagi anak. Karena itu, kolaborasi erat antara orang tua dan sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam tradisi pendidikan Islam, keteladanan orang tua merupakan unsur utama dalam pembentukan karakter anak. Kisah para nabi, seperti Nabi Ibrahim yang membangun komunikasi dialogis dengan anaknya serta Nabi Ya’qub yang mendidik dengan doa dan kesabaran, menjadi inspirasi penting dalam proses pengasuhan.
“Dalam mendidik anak tidak ada istilah berjuang sendirian. Ayah dan ibu harus berjalan bersama. Dari keluarga yang saling menguatkan itulah akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan akhlak,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, SDIT Al Ibrah berharap para orang tua semakin memiliki wawasan dan kesadaran dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Lebih dari sekadar forum diskusi, talkshow parenting ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menyiapkan generasi masa depan yang berwawasan global, berakhlak mulia, dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam. (*)
