SURABAYA – PPQ SMPIT Permata Surabaya menggelar Sosialisasi Pembentukan Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA), Senin (9/2). Kegiatan yang berlangsung di Musholla SDIT Permata Surabaya itu diikuti seluruh siswa dan berjalan pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.
Acara diawali tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Kepala Pengasuhan PPQ SMPIT Permata Surabaya Wahchid serta Kepala BPBD Kota Surabaya S. Arifin. Kepala SMPIT Permata Surabaya Hamzah juga menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi musibah.
“Ikhtiar semaksimal mungkin sebelum menerima takdir,” ujarnya, mengingatkan seluruh warga sekolah untuk selalu waspada terhadap potensi bencana.
Dalam sesi BPBD, S. Arifin menjelaskan perbedaan musibah dan bencana serta potensi bencana di Kota Surabaya. “Kota Surabaya alhamdulillah belum pernah menjadi pusat gempa,” katanya. Meski demikian, siswa tetap diajak mempraktikkan prosedur penyelamatan saat gempa, mulai dari tetap tenang, berlindung sambil berdoa, bertahan hingga guncangan berhenti, menuju titik kumpul, hingga menghindari area berbahaya.
Sosialisasi berikutnya menghadirkan perwakilan Puskesmas, Nurul, yang mengedukasi pentingnya kesehatan lingkungan pesantren. Siswa mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar serta memahami standar sanitasi air bersih, toilet sehat, pengelolaan sampah, kebersihan asrama, dapur higienis, hingga pengendalian vektor seperti tikus.
Dinas Lingkungan Hidup melalui Deni turut memberikan materi pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3. Ia juga menjelaskan berbagai metode pengolahan sampah seperti komposter, keranjang Takakura, biopori, maggot, eco-enzyme, hingga bank sampah.
Materi tentang bencana sosial disampaikan Satpol PP melalui Daffa. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, keamanan, edukasi sosial, komunikasi melalui kotak aduan, hingga pendampingan mental oleh BK.
Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran memaparkan teori segitiga api—bahan bakar, panas, dan oksigen—serta cara memutusnya. Siswa juga dikenalkan jenis api terkendali dan tidak terkendali beserta langkah penanganannya, termasuk penggunaan alat pemadam dan prosedur evakuasi.
Kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama seluruh peserta serta pemateri. Salah satu siswa mengaku mendapat banyak wawasan baru.
“Kami jadi memahami jenis-jenis bencana dan tahu cara menghadapinya. Semoga kami juga bisa mengurangi sampah plastik di sekolah,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, PPQ SMPIT Permata Surabaya berharap seluruh siswa memiliki kesiapsiagaan, kepedulian, dan keterampilan menghadapi bencana dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
