Malang — TK Tahfidz Robbani menggelar kegiatan Parenting Tumbuh Kembang dengan tema “Agresi Perkembangan pada Anak Usia Dini” di Aula SDIT Robbani, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para ustadzah dan wali santri sebagai upaya bersama untuk memahami perkembangan anak, khususnya pada aspek emosional dan perilaku anak usia dini.
Kegiatan diawali dengan tasmi’ Al-Qur’an Juz 29 ayat 1–5 yang dibawakan oleh ananda sholih dan sholihah dari kelas TK B. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala TK Tahfidz Robbani, Faradila Kumalasari, S.Pd. Ia menyampaikan bahwa kegiatan parenting ini bertujuan memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama dalam menghadapi fase agresi perkembangan yang secara alami muncul pada usia dini.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Yayasan Husnur Robbani, Prayitno A.Ks., M.H. Ia berharap kegiatan parenting dapat terus dilaksanakan sebagai sarana peningkatan wawasan orang tua sekaligus mempererat hubungan antara wali santri dan pendidik.
Kegiatan ini juga dihadiri Pengawas TK Kecamatan Singosari, Sukufi Nuraeni, S.Pd., yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya parenting tersebut. Ia menekankan pentingnya kesinambungan pendidikan antara sekolah dan rumah, serta mengajak orang tua untuk berperan aktif dalam proses pendidikan anak, tidak sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada sekolah.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan gerak dan lagu berjudul “Allah Tuhanku, Islam Agamaku” yang dibawakan oleh ananda sholih dan sholihah dari kelas TK A.
Materi utama disampaikan oleh Ashofro Abiry, S.Psi., M.Edu. Ia menjelaskan bahwa agresi dan perilaku seperti bullying pada anak usia dini merupakan bagian dari proses perkembangan emosional. Anak pada usia ini masih berada dalam tahap belajar mengenali dan mengelola emosi, sehingga peran orang dewasa sangat penting dalam mengarahkan perilaku anak agar berkembang secara positif. Hal ini karena anak usia dini banyak belajar melalui pengamatan terhadap lingkungan di sekitarnya.
Dalam pemaparannya, Ashofro Abiry juga menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang, baik secara fisik maupun verbal, dengan tujuan menyakiti atau membuat orang lain merasa tidak nyaman. Faktor penyebabnya dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal anak, seperti pola asuh, lingkungan keluarga, serta kurangnya pengawasan dari orang tua dan keluarga. Kondisi tersebut dapat berdampak serius, antara lain rendahnya kepercayaan diri anak serta meningkatnya risiko menjadi pelaku maupun korban bullying.
Sebagai upaya pencegahan, orang tua dan lingkungan diharapkan mampu menjadi teladan yang positif. Langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain membangun komunikasi yang hangat, mengenalkan dan memberi nama emosi kepada anak, memberikan validasi dan respons yang tepat saat anak mengekspresikan perasaannya, menetapkan aturan yang konsisten, serta menciptakan lingkungan bermain yang aman dan suportif.
Kegiatan parenting ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Berbagai persoalan pengasuhan dibahas, mulai dari pendampingan anak saat bermain dengan anak yang lebih dewasa, pentingnya ketegasan peran ayah, hingga upaya membangun ketahanan mental anak agar tidak menjadi pelaku maupun korban bullying.
Melalui kegiatan ini, TK Tahfidz Robbani berharap dapat terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan memiliki kesehatan emosional yang baik.
