Bondowoso — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Bondowoso–Situbondo menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) II pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Orilla Cafe & Resto. Mengusung tema “Dedikasi JSIT untuk Pendidikan Bangsa yang Bermutu dan Religius”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi, evaluasi program, serta pemilihan kepengurusan baru untuk memperkuat mutu pendidikan Islam Terpadu.
MUSDA II dihadiri oleh Ust. Anang Tri Wahyudi, S.Si. (Ketua Bidang III JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur), Ust. Sugeng Santoso, S.Pd.I. (Ketua Sosial Kemasyarakatan/Bidang IV JSIT Jatim), Bapak Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si. (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso), M. Zainul Arifin, M.Pd. (Korwil Pendidikan Kecamatan Bondowoso), Eny Muntianingsih, S.Pd. (Pengawas TK), Endang Pujiastuti, S.Pd., M.Pd. (Pengawas SMP), Nurul Khotimah (Ketua Yayasan Insan Cemerlang Bondowoso), Lismawati Muyasyaroh, S.Kep. (Perwakilan Yayasan Kasih Ibu Bondowoso), Yuliana Widiyawati, S.Pd. (Perwakilan Yayasan Bina Insan Muslimah Situbondo), serta para kepala sekolah dan guru TK IT, SDIT, SMP IT, dan SMA IT se-Bondowoso–Situbondo.
Acara dibuka dengan berbagai penampilan siswa dari unit SIT yang menampilkan bakat, karakter, dan nilai Islami. Mulai dari Tari Angguk Jos oleh Sabira (TKIT Mutiara Hati), menyanyi oleh Khanza (SDIT KIC), penampilan karate oleh Khayla (SMPIT BIC), monolog “Namaku Susi” oleh Alifiea (SMAIT IC), hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa SDIT KIC. Rangkaian penampilan ini menunjukkan bahwa pendidikan JSIT tak hanya fokus akademik, tetapi juga seni, budaya, dan karakter.
Ketua JSIT Daerah Bondowoso–Situbondo, Irma Trias Santi, S.P., S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa JSIT saat ini menaungi 7 Sekolah Islam Terpadu dengan total 1.111 siswa dan 137 guru di Bondowoso dan Situbondo. Penguatan karakter melalui Bina Pribadi Islam (BPI) menjadi ciri utama sekolah SIT, capaian hafalan Al-Qur’an siswa diantaranya ada 15 juz untuk SMAIT, 8 juz SMPIT, dan 5 juz SDIT, serta berbagai prestasi OSN dan O2SN, termasuk cabang karate putra dan putri. Beliau juga menyoroti keberhasilan 90% lulusan SMAIT angkatan pertama diterima di perguruan tinggi di Jawa Timur.
Perwakilan JSIT Jawa Timur, Ust. Anang Tri Wahyudi, S.Si., menegaskan bahwa MUSDA merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di daerah untuk membahas laporan pertanggungjawaban, rekomendasi program, serta penetapan pengurus dan pengawas. JSIT, lanjutnya, berasaskan Islam, Pancasila, dan UUD 1945, serta siap berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan sekolah Islam yang berdaya dan memberdayakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., berharap JSIT terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan dalam membentuk siswa yang berkarakter Islami, unggul secara akademik, dan memiliki kepedulian sosial, sekaligus secara resmi membuka MUSDA II JSIT Bondowoso–Situbondo dan dilanjutkan dengan agenda musyawarah dan menyampaikan evaluasi serta rekomendasi untuk kepengurusan 2022-2026
