Surabaya – Forum Silaturahim Kepala Sekolah (FORSIKA) Sekolah Islam Terpadu (SIT) se-Surabaya kembali menjadi ruang berbagi inovasi dan penguatan kolaborasi antar-sekolah. Dalam pertemuan yang digelar di SIT Usman Bin Affan, Rabu (5/8/2026), para kepala sekolah tidak hanya membahas program organisasi, tetapi juga saling berbagi praktik baik yang telah dijalankan di masing-masing lembaga.
Forum yang diikuti pimpinan SIT se-Surabaya tersebut diawali dengan pembacaan Al-Qur’an Surat Al-Fath ayat 27–29 oleh Kepala SMPIT Permata Surabaya, Mohammad Hamzah Hidayat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya pertemuan yang menjadi agenda rutin JSIT Daerah Surabaya.
Ketua JSIT Daerah Surabaya, Dimas Iqbal, M.Pd., mengajak seluruh sekolah Islam terpadu terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Menurutnya, kolaborasi antarsekolah menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Kami berharap seluruh SIT di Surabaya terus bertumbuh, saling menguatkan, dan menghadirkan layanan pendidikan terbaik sehingga semakin mendapat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Dimas juga mengajak seluruh anggota mendukung penyelenggaraan Islamic Youth Festival (IYF) 2026 yang akan berlangsung pada September hingga Oktober mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter Islami, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah berbagi praktik baik antar-sekolah. Setiap sekolah memaparkan inovasi yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
TKIT Al Ihsan, misalnya, memperkenalkan pengembangan layanan melalui penambahan program les, bimbingan belajar, hingga daycare sebagai bentuk pelayanan yang lebih komprehensif kepada orang tua.
Sementara itu, SDIT Usman Bin Affan memaparkan inovasi penyelenggaraan dua jalur pendidikan, yakni SD Plus dengan tambahan kurikulum Singapore dan SD ICP dengan kekhasan kurikulum Cambridge. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pilihan layanan pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan karakter pendidikan Islam terpadu.
Adapun SMPIT Permata Surabaya membagikan pengalaman dalam meningkatkan jumlah peserta didik melalui penguatan program unggulan. Sekolah tersebut mengembangkan layanan pesantren, memperkuat pembelajaran Al-Qur’an, serta mengoptimalkan pendidikan karakter sebagai identitas utama sekolah.
Selain menjadi ajang berbagi inovasi, FORSIKA juga dimanfaatkan untuk menyelaraskan berbagai program strategis JSIT Daerah Surabaya. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat antara lain pelatihan penyusunan modul ajar, koordinasi pembinaan Bina Pribadi Islam (BPI), persiapan Islamic Youth Festival (IYF), parenting daring, hingga workshop bagi yayasan.
Pembina JSIT Indonesia, Dr. Mochamad Zahri, M.Pd., yang hadir memberikan pembinaan, mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang proaktif di lingkungan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah dan guru tidak cukup hanya menunggu arahan, tetapi harus mampu menghadirkan solusi dan mengambil inisiatif untuk kemajuan lembaga.
Ia juga menekankan bahwa kualitas guru merupakan fondasi utama dalam membangun sekolah unggul. Karena itu, pembinaan guru dan kepala sekolah harus menjadi perhatian serius agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sebagai penutup, Zahri menitipkan semangat kepada seluruh Sekolah Islam Terpadu di Surabaya melalui tiga prinsip sederhana, yakni be the first, be the best, dan be the different. Menurutnya, sekolah Islam terpadu harus berani menjadi pelopor, memberikan layanan terbaik, sekaligus memiliki keunggulan yang membedakannya dari sekolah lain.
Melalui FORSIKA, JSIT Daerah Surabaya berharap budaya saling belajar dan berbagi inovasi terus tumbuh di lingkungan SIT. Kolaborasi antarsekolah diyakini menjadi modal penting untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus melahirkan generasi Qurani yang unggul, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
