Sebelum imtihan ke-16 ini, mereka sudah menjalani uji publik — diuji hafalannya di depan para dewan penguji
Penulis : Nanin Meipuspa Ranie,S.Pd., Kepala SDIT Insan Permata Bojonegoro
Sabtu pagi, 16 April 2025. Udara di Gedung Serbaguna Bojonegoro terasa berbeda. Ada haru yang memenuhi ruangan sejak lantunan surah Al-Mulk mengalun lembut, membuka acara Imtihan ke-16 SDIT Insan Permata Bojonegoro. Tema hari itu sederhana tapi dalam: “Al-Qur’an di Hatiku, Terpancar dalam Jiwa dan Akhlakku.”
Hari itu, 172 siswa berdiri gagah. Mereka bukan hanya membawa nama sendiri, tapi juga harapan dan doa-doa orang tua mereka. Anak-anak ini telah menghafal juz 1 hingga 6, plus juz 29 dan 30. Sebelum hari sakral ini, mereka sudah menjalani uji publik — diuji hafalannya di depan para dewan penguji dan tentu saja, di depan orang tua mereka. Deg-degan? Sudah pasti. Tapi justru dari ketegangan itu, lahir kebanggaan yang tak tergantikan.
“SDIT Insan Permata ini luar biasa. Menanamkan karakter sekaligus menguatkan hafalan Qur’an,” ucap Nur Rochim, KASI PAIS Depag Kabupaten Bojonegoro, dalam sambutannya. Tak sekadar formalitas, beliau benar-benar tampak bangga, matanya berkaca-kaca melihat para calon wisudawan tahfidz.
Setelah sambutan, tibalah saatnya pengujian. Sepuluh penguji siap dengan soal mereka. Di sinilah momen-momen paling menggetarkan terjadi: ayat demi ayat dilantunkan, satu demi satu pertanyaan dijawab dengan suara bergetar namun pasti. Di sudut ruangan, beberapa orang tua tampak mengusap air mata — diam-diam, atau bahkan tak kuasa menahannya lagi. Ada pula seorang ayah yang menggenggam erat tangan istrinya, menahan luapan bangga saat anak mereka melantunkan ayat suci.
Dan ketika para siswa maju menyerahkan mahkota untuk ayah bunda mereka… Ah, tak ada kata yang cukup mewakili. Mahkota kecil itu bukan sekadar simbol — ia adalah bukti cinta, bukti perjuangan, bukti bahwa setiap lelah dalam mendidik dan membimbing anak berbuah manis.
Acara makin hangat saat sekolah memberikan apresiasi untuk para hafidz terbaik. Ada siswa yang sudah hafal hingga 5 juz — dan usianya baru kelas 1 SD! Bayangkan betapa kecil tubuh mereka, tapi betapa besarnya semangat yang mereka miliki.
“Semoga visi-misi SDIT Insan Permata Bojonegoro dengan moto The School Qur’anic Life ini terus menjadi bara semangat kami,” kata Kepala Sekolah dalam penutupan acara.
Hari itu, bukan hanya anak-anak yang diwisuda. Hati setiap orang tua pun diwisuda — oleh kebanggaan, oleh syukur, oleh cinta yang tak akan pernah habis kepada Sang Pemilik Al-Qur’an.
Selamat atas mahkota kalian, Ayah dan Bunda. Ini baru permulaan dari perjalanan panjang menuju surga-Nya.
